nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat R80 Ditargetkan Terbang 2022

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 23 April 2018 12:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 23 320 1890240 pesawat-r80-ditargetkan-terbang-2022-lHgSiKYaXH.jpg Pesawat R80 (Foto: Okezone)

KARANGANYAR – Prototipe pesawat R80 akan segera dikerjakan dan ditarget bisa terbang pada 2022. Pembuatan pesawat tersebut membutuhkan dana USD1,6 miliar atau sekitar Rp20 triliun.

“Sekarang sudah tahap desain. Tahun ini atau tahun depan mulai buat prototipe,” ujar Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie seusai penutupan Bekraf Habibie Festival di DeTjolo madoe, Karanganyar, Jawa Tengah. Acara itu juga dihadiri putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Raka buming Raka. 

Baca Juga: Perusahaan Italia Ikut Kembangkan Komponen Pesawat R-80

Menurut Ilham, produk pesawat R80 menjadi pilihan karena di kelas yang sama tidak ada pesaing. Pesawat juga mampu membawa 80 penumpang, namun tetap menggunakan baling-baling.

Meski baru tahap desain, pemesanan pesawat dari Indonesia bahkan sudah mencapai 155 unit. Itu pula yang menjadi dasar keyakinannya bahwa proyek tersebut layak dan diperlukan. “Pasar terbesar di dunia adalah negara kita sendiri,” urainya.

Pesawat R80

Ilham menjelaskan, pesawat R80 merupakan jenis pesawat baling-baling untuk penerbangan jarak pendek dengan landasan yang pendek. Jadi, pesawat tersebut sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang negara kepulauan. Indonesia sudah memiliki pengalaman membuat pesa wat, yaitu N250 sekitar 1990.

Bisa dikatakan, N250 merupakan kakak dari R80. Apalagi, dua jenis pesawat tersebut sama-sama menggunakan dua engine. Bedanya, N250 merupakan pesawat dua engine dengan 50 penumpang, sementara R80 lebih besar 60% karena disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

Baca Juga: Pemerintah Beri Kemudahan Kembangkan Pesawat R80

Menurut Ilham, pesawat R80 itu sebagian akan dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) dan perakitan finalnya akan ditangani PT Regio Aviasi Industri. Perakitan akan dilakukan di kawasan Bandara Kertajati, Jawa Barat. “Nanti kami akan buat pabrik di sana. Namun, sebelumnya sebagian dibuat PT DI, lalu dibawa ke Kertajati untuk dipasang semua,” urainya. 

Putra mantan Presiden BJ Habibie itu berharap pesawat R80 mampu membangkitkan industri dirgantara Indonesia. Apalagi, desainnya pun dilakukan orang-orang Indonesia sendiri.

Pesawat R80

“Indonesia selama dua generasi ini telah memiliki ribuan orang berkemampuan di bidang pesawat. Namun, kekurangannya adalah tidak memiliki proyek,” tegas Ilham. Ilham juga menjelaskan secara detail peruntukan dana Rp20 triliun untuk proyek pesawat R80 itu. Menurutnya, dana tersebut bukan hanya untuk membiayai pembuatan prototipe pesawat R80, tetapi juga pabriknya.

Namun, dengan jumlah pemesanan yang telah ada, biaya yang dikeluarkan dipastikan bisa segera balik modal. Apalagi, setelah pasar Indonesia, R80 juga akan merambah ke negara-negara ASEAN yang memerlukan pesawat seperti itu di antaranya Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Setelah itu pasar selanjutnya adalah Afrika dan Amerika Latin yang memang memerlukan wahana transportasi udara jarak pendek. Sementara negara-negara Eropa dan China tidak memerlukan jenis pesawat itu mengingat mereka telah memiliki kereta cepat.

Ilham mengungkapkan, pasar R80 dalam negeri pemesannya berasal dari perusahaan-perusahaan penerbangan Tanah Air. “Bahkan, sudah ada empat maskapai yang telah memesan R80,” bebernya.

Yang menarik, kata Ilham, investasi Rp20 triliun untuk pembuatan pesawat R80 itu pun merupakan investasi privat dan nilainya tidak sepenuhnya tunai karena menggunakan pola bisnis partner. Salah satunya perusahaan dirgantara ikut ambil bagian dalam pembuatan bagian pesawat.

Pesawat R80

Selain itu, sejumlah mitra investor strategis juga sudah menyatakan bersedia bergabung. Mereka rata-rata memiliki usaha dan berkembang di sektor sama, yaitu bidang dirgantara. Pembuatan pesawat R80 juga menggalang partisipasi masyarakat dengan cara memberikan donasi melalui kitabisa.com.

Crowdfunding menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang program R80 dan menggalang dukungan publik. Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga mengaku siap ikut serta memberikan donasi melalui penjualan t-shirt. Namun, dia enggan membeberkan berapa jumlah t-shirt yang akan dijual.

(Ary Wahyu Wibowo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini