Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Fakta di Balik Kerjasama Indonesia-China dalam Belt and Road Initiative

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2018 |15:17 WIB
3 Fakta di Balik Kerjasama Indonesia-China dalam <i>Belt and Road Initiative</i>
Foto: Koran Sindo
A
A
A

“Sebagai negara kepualuan, Indonesia juga perlu meneken kerja sama yang lebih banyak dengan China dalam pembangunan pelabuhan beserta pengelolaannya, juga eksplorasi sumber daya alam laut dan penangkapan ikan,” kata Xu. “China juga dapat meneken berbagai kerja sama dengan ASEAN sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Baca Juga: Menko Luhut: Bulan Depan Akan Kirim Tim untuk Tawarkan Proyek ke China

Melihat Lebih Dekat Pembangunan Infrastruktur MRT yang Telah Capai 92,50%

3. Kerjasama bidang infrastruktur

Belakangan ini hubungan Indonesia-China kian erat menyusul semakin tingginya kerjasama yang dijalin sejak kedua negara meneken kemitraan strategis lima tahun lalu. Kunjungan Li Keqiang ke Indonesia diperkirakan akan memperkuat, memperdalam, memperluas, dan memperbanyak kerja sama bilateral yang bisa digarap.

Sempat Diberhentikan Sementara, 38 Proyek Infrastruktur Layang Dilanjutkan

Wakil Direktur Departemen untuk Kerja Sama dan Keamanan Asia-Pasifik dari Institut China untuk Studi Internasional (CIIS), Song Junying, menilai kedua negara dapat membentuk proyek gabungan seperti di kerja sama kapasitas industri dan konstruksi infrastruktur. Kerja sama nyata seperti itu menguntungkan kedua belah pihak. Pengamat lainnya, Xu Liping, dari Institut Nasional untuk Strategi Internasional dari Ilmu Sosial Akademi China mengatakan, Indonesia-China memiliki tiga pilar yang menopang hubungan. “Ketiga pilar tersebut ialah politik dan keamanan, perdagangan dan bisnis, serta interaksi orang ke orang,” tandas Liping.

(Muh Shamil)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement