JAKARTA - Pengusaha Indonesia meyakini dampak bom gereja Surabaya hanya sementara utamanya pada ekonomi. Pasalnya kejadian tersebut bukan kali ini dan Indonesia selalu mampu melewati masalah teror tersebut.
Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas kejadian teror bom di Gereja. Dia menilai kejadian ini segera bisa diselesaikan oleh aparat keamanan.

"Di Indonesia ada beberapa kali insiden, ada teror dan tragedi lain. Tapi kita optimis Indonesia selalu kuat, kita orangnya lumayan selalu cepat bangkit. Dan komitmen yakin mungkin insiden tragedi dan akan datang Indonesia lebih aman," tuturnya, di JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/5/2018).
Terhadap industri asuransi, kata Jens, Prudential Indonesia melihat teror bom tentu memiliki dampak. Akan tetapi, industri ini sifat investasinya jangka panjang, artinya kejadian hari ini kecil dampaknya.
"Asuransi khusus lihat long term tidak lihat bulan dan minggu. Lihat investasi jangka panjang dan mungkin tahun ini sedikit untuk pasar tp saya juga long term indikator positif. Paling penting tidak panic short term," tuturnya.
