Airlangga juga mengapresiasi kepada pihak Kementerian Perhubungan bersama dengan PT IPC Pelindo (Persero) yang bisa menghadirkan kapal berukuran besar dan direct langsung untuk aktivitas ekspor. Pasalnya, dengan kapal yang besar maka bisa lebih efisien baik dari sisi waktu maupun biaya.
Dari sisi waktu dirinya mencontohkan bisa memangkas waktu sekitar 7 hari saja. Hal itu dikarenakan produk ekspor Indonesia tidak lagi transhipment di negara tetangga Singapura.
Baca Juga: Ekspor April 2018 Turun 7,19%, Simak Penyebabnya!
Sementara dari sisi biaya, bisa mengembang sekitar USD300 per kontainer. Arti ya ada penghematan sekitar 20% dari biasanya.
"Benefitnya tentu dari waktu dia ke negara ekspor dalam hal ini Amerika itu dari 31 hari biasa lebih cepat jadi 23 hari. Kemudian biaya per kontainer ada penghematan USD300 , penghematan 20%," jelasnya.
