Image

Ekspor April 2018 Turun 7,19%, Simak Penyebabnya!

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 13:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898517 ekspor-april-2018-turun-7-19-simak-penyebabnya-VRInuLW4ZY.jpeg Badan Pusat Statistik (Foto: Feby/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor April 2018 mencapai USD14,47 miliar atau menurun 7,19% dibandingkan ekspor Maret. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-April 2018 mencapai USD58,74 miliar atau meningkat 8,77% dibandingkan periode yang sama di 2017.

Berdasarkan data BPS ekspor non migas pada April mencapai USD13,28 miliar atau turun 6,80% dibandingkan Maret 2018. Penurunan ekspor non migas terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD416,4 juta atau turun 18,8%.

Truk Terkena Larangan Melintas di Pelabuhan Merak

"Ekspor turun bahan bakar mineral turun 18,8% volumenya juga turun, hal ini karena baik volume maupun nilai turun untuk tujuan ekspor ke India, Tiongkok dan Jepang. Kemudian besi dan baja alami penurunan tujuan  Tiongkok, Korsel dan Malaysia. Biji kerak dan abu logam juga,"  Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Sedangkan peningkatan ekspor terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar USD72,5 juta atau naik 12,59%. Adapun tujuan utama yang meningkat seperti ke Thailand, Filipina dan Jepang.

Baca Juga: Sri Mulyani Mulai Hitung Insentif untuk Pacu Ekspor

"Karet Jepang dan Tiongkok, besi dan baja naik 19,65%. Kemudian ekspor Australia, Singapura dan Thailand juga naik," ujarnya.

Ekspor non migas April 2018 terbesar ke Tiongkok yaitu USD1,82 miliar, disusul Amerika Serikat USD1,43 miliar dan Jepang USD1,39 miliar dengan kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 34,95%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar USD1,39 miliar.

Truk Terkena Larangan Melintas di Pelabuhan Merak

"Posisi ekspor non migas ke Bangladesh meningkat, Filipina dan Malaysia. Ini selain ke tiga negara masih meningkat, komoditas Bangladesh itu kita meningkat USD101,8 juta atau 78,9% di sana komoditas itu lemak dan minyak hewan nabati, Filipina meningkat USD42 juta, kendaraan dan bagiannya. Malaysia USD41,2 juta," ujarnya.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-April 2018 masih berasal dari Jawa Barat senilai USD10,03 miliar, diikuti Jawa Timur USD6,31 miliar dan Kalimantan Timur USD5,94 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini