nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

16 Industri Kreatif Topang Perekonomian Nasional

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 08:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 320 1899714 16-industri-kreatif-topang-perekonomian-nasional-fKIKIqQCLW.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan terdapat 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional.

Namun sementara ini hanya empat bidang yang di-support oleh Kemenperin, yakni kuliner, fesyen, games, dan aplikasi.

“Kalau fesyen, kita ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat muslim fesyen in the world, Indonesia nomor tiga di dunia. Di dalam fesyen itu masing-masing harus tercipta ekosistemnya. Antara customer, desainer, dan pelakunya. Antara manusia, mesin, dan datanya. Masing-masing ekosistem itu dibangun datanya,” kata Gati dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

 Platofrm Gamer untuk Menguatkan Ekonomi Digital Indonesia

Selain itu, masih dari penuturan Gati, pihaknya sudah mengeluarkan salah satu produk unggulan bernama e-Smart. Di sini usaha kecil menengah (UKM) tidak hanya berjualan saja, UKM yang tidak sukses juga akan dibina penjualannya.

Dia menyebut pendorong kebijakan soal ekonomi kreatif di Kementerian Perindustrian saat ini tak bisa dipungkiri adalah sosok Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian.

Airlangga juga dinilai menjadi sosok yang pas dalam menghadapi tantangan era industri dan teknologi informasi. Ketua DPP Partai Golkar Bidang Inovasi Sosial Dito Ariotedjo menerangkan pentingnya kehadiran pemimpin yang memahami perkembangan serta kebutuhan kekinian.

 Platofrm Gamer untuk Menguatkan Ekonomi Digital Indonesia

Apalagi, menurut Dito, saat ini Indonesia sudah berada di era revolusi industri 4.0 dan siap-siap menyambut periode bonus demografi yang akan didominasi oleh anak muda serta angkatan kerja produktif.

Dalam hal pengembangan industri dan ekonomi kreatif, Dito yang menyatakan tak banyak institusi politik dan pemimpin yang memahami isu krusial tersebut.

Menurut Dito, mengembangkan ekonomi kreatif juga membutuhkan upaya penggalian potensi daerah dan kearifan lokal. Serta, melakukan pemberdayaan bagi UMKM dengan memperluas jangkauan teknologi.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini