nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bappenas Bakal Bangun Gedung Baru, yang Lama Diruntuhkan

ant, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 16:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 07 470 1907767 bappenas-bakal-bangun-gedung-baru-yang-lama-diruntuhkan-dRpE0X54TZ.jpg Foto: Gedung Bappenas (Okezone)

JAKARTA - Anggaran pagu indikatif Kementerian PPN/Bappenas sebesar Rp1,97 triliun telah disetujui Komisi XI DPR. Hal ini termasuk usulan pergeseran anggaran antarprogram dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2019.

Dalam pagu indikatif tersebut, Bappenas juga memasukkan rencana pembangunan gedung baru di Kuningan, Jakarta, untuk mengganti gedung lama di Taman Suropati yang akan diruntuhkan sebagian dan disesuaikan sebagai bangunan cagar budaya.

"Gedung baru nanti akan menampung pegawai Bappenas. Jadi kondisinya akan lebih baik dari kondisi yang sekarang," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

 Bambang Brodjonegoro Bicara Pembangunan Berwawasan Lingkungan di Singapura

Sebelumnya, rapat kerja Komisi XI DPR menyetujui pagu indikatif Kementerian PPN/Bappenas termasuk usulan pergeseran anggaran antarprogram dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp1,97 triliun.

"Kami akan terus berkomunikasi secara insentif dengan DPR dalam konteks pembangunan daerah," kata Bambang.

Rapat kerja Komisi XI DPR RI juga menyetujui usulan perubahan jumlah program dari semula empat program menjadi tiga program.

 Ini yang Dilakukan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kampus UI Depok

Program tersebut adalah perencanaan pembangunan nasional, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya, serta pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur.

Secara rinci, pagu indikatif untuk masing-masing program adalah perencanaan pembangunan nasional sebesar Rp1.088,09 miliar, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp875,24 miliar, dan pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Rp10,25 miliar.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini