Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS Belum Hitung Effect Ekspor Bus ke Bangladesh

Ulfa Arieza , Jurnalis-Senin, 25 Juni 2018 |19:48 WIB
BPS Belum Hitung <i>Effect</i> Ekspor Bus ke Bangladesh
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Bangladesh memesan sebanyak 1.034 unit bus dari Indonesia. Pesanan tersebut tentunya dapat mengerek ekspor.

Akan tetapi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengungkapkan bahwa pihaknya belum memasukan unsur ekspor bus dalam perhitungan ekspor Indonesia.

"Hanya komoditas utama di data kita. Pertanyaannya ada bus ke Bangladesh? Belum ada, tampaknya belum ada," kata dia di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Kecuk mengatakan akan menelaah data ekspor bus produksi dalam negeri tersebut. "Mungkin tercermin nanti di bulan berikutnya," imbuh dia.

Perihal ekspor bus tersebut, bermula dari pameran industri yang dihadiri oleh berbagai investor dari seluruh dunia. Alhasil investor asal Bangladesh pun meminati bus produksi dalam negeri sebanyak 1.034 unit.

Selain bus, pemerintah Bangladesh juga memesan lokomotif buatan Indonesia. Adapun pesanan tersebut, disebut menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp4,3 triliun.

Sekadar informasi, menurut data BPS pada Mei 2018 ekspor Indonesia sebesar USD16,12 miliar naik 12,47%% dari posisi Mei 2017 sebesar USD14,33 miliar. Kecuk mengatakan, apabila dibandingkan dengan April 2018 maka terjadi kenaikan sebesar 10,90%.

Kecuk mengatakan, tumbuhnya ekspor Mei 2018 karena naiknya nilai ekpsor minyak dan gas (migas) maupun non migas. Adapun ekspor migas Mei 2018 sebesar USD1,57 miliar naik 28,80% dari ekspor migas April 2018 sebesar USD1,22 miliar.

Sementara ekspor non migas juga mengalami kenaikan sebesar 9,25% dari sebelumnya sebesar USD13,31 miliar di April 2018 menjadi USD14,55 miliar di Mei 2018.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement