nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Melemah, Harga Pakan Ternak Makin Mahal

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 17:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 04 320 1917869 rupiah-melemah-harga-pakan-ternak-makin-mahal-6qoWZmdOnD.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih belum bisa bangkit dari keterpurukan. Dalam beberapa hari terakhir ini, nilai tukar rupiah masih tetap bertahan di atas angka Rp14.000 per USD.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh terhadap semua lini industri. Tidak terkecuali dengan harga pakan ternak.

"Berpengaruh (mahalnya harga pakan ternak) sekarang karena rupiah melemah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Menurutnya, pengaruh pelemahan rupiah terhadap mahalnya pakan ternak dikarenakan biaya impor yang semakin tinggi. Sedangkan mayoritas bahan baku dari industri ternak pakan hampir sebagian besarnya berasal dari negara lain.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

"Sebetulnya, dalam cost struktur pakan itu 83% diakibatkan oleh bahan pakan. Kalau dari bahan pakan 60% itu dari impor by value. Misalnya suplemen, vitamin, antibiotik, feed suplemen, premium, semuanya impor, bungkil kedelai 100% impor," jelasnya.

Di sisi lain lanjut Budi, negara pengimpor bahan baku pakan sedang mengalami masalah. Sebut saja seperti Brasil yang mengalami kekeringan di negaranya.

"Karena dolar dan soybean naiknya luar biasa karena ada kekeringan di Brasil dan Argentina. Jadi produksinya tidak berlimpah karena kekeringan jadi produksinya turun tahun ini," jelasnya.

Saat ini, harga pangan ternak ayam boiler berada di kisaran Rp7.000 per kg. Harga tersebut sudah naik sekitar Rp300 per kg dari harga sebelumnya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

"Kalau mengikuti bahan pakan 83% itu dari cost kalau ada kenaikan harga pakan itu otomatis naik. Itu seharusnya kita sudah naik Rp600 lebih. Tapi kita beberapa anggota ada yang naik Rp300 hingga Rp350," kata Budi.

Sedangkan untuk harga layer saat ini berada di angka Rp6000 hingga Rp6300. Angka tersebut terus mengalami kenaikan sejak awal tahun 5% hingga 6%.

"Untuk boiler sekitar Rp7000 per kg sudah sampai ke peternak. Kalau layer sekitar Rp6000-Rp6300. Dari awal tahun naiknya sekitar 5%-6%," ucapnya.

Menurut Budi, harga tersebut bisa terus mengalami kenaikan. Khususnya apabila nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan berkelanjutan.

"Bisa naik lagi kalau rupiah terus di atas Rp14.000. Kemarin kan seharusnya naik Rp600 Sekarang baru naik Rp300, mungkin naik Rp300 lagi sampai akhir tahun," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini