nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Amran: Jadi Mentan Harus Minum Pil Sabar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 21:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 320 1917975 menteri-amran-jadi-mentan-harus-minum-pil-sabar-wEERfQXQ4h.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, bukan perkerjaan mudah untuk menjadi Menteri Pertanian (Mentan). Pasalnya, harus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Amran dalam acara Gala Diner dan Ramah Tamah Kementerian Pertanian di Hotel Putri Duyung Ancol, Rabu (4/7/2018).

Dia menyatakan, bila harga pangan meningkat maka masyarakat akan bersuara mengeluh, sedangkan harga pangan turun maka petani akan bersuara mengeluh.

"Harga naik dihujat, harga turun juga marah. Memang kita harus minum pil sabar jadi Mentan (Menteri Pertanian)," ungkapnya berseloroh di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Audiensi MNC Pahlawan untuk Indonesia Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman 

Amran menceritakan, saat terjadi kenaikan harga pada suatu komoditas maka pihaknya pasti akan sangat memikirkan. "Kalau harga naik, jujur darah tinggi kita juga naik. Kita juga mikirin. Makannya ini memang harus minum pil sabar," ungkapnya.

Di samping itu, dengan kesibukannya kini menjadi orang nomor satu di Kementan, dirinya mengaku, hal ini sering kali dikeluhkan kedua buah hatinya yang kecil. Hal ini membuat dirinya, meminta kepada sang anak tertua untuk menjelaskan tugas yang harus dijalankannya.

"Dua anak saya yang masih SD suka protes karena sibuk sekali. Tapi ada anak yang tua, saya minta untuk dia bantu jelaskan 'Bapak itu tugas untuk negara'," kisahnya.

Audiensi MNC Pahlawan untuk Indonesia Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman 

Menurutnya, selama memimpin Kementan beberapa komoditas pangan Indonesia sudah tak lagi impor, bahkan menjadi ekspor. Di antaranya komoditas padi, bawang merah, dan cabai menjadi ekspor sejak 2016 sedangkan jagung sudah ekspor sejak 2017.

"Holtikultura kita juga mengalami perbaikan, dulu kita impor bawang merah sekarang kita ekspor. Tahun 2017 sebanyak 7.750 ton kita ekspor ke 6 negara tetangga," sebutnya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus mengupayakan agar Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045.

"Tahun 2045 Indonesia Insyaallah bisa jadi pemain utama pangan dunia. Mimpi-mimpi kita sebagian sudah menjadi kenyataan (dengan ekspor komoditas)," ujarnya.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini