nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Baik Mana, Cicilan KPR 15 Tahun atau 30 Tahun?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 16:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 04 470 1917841 lebih-baik-mana-cicilan-kpr-15-tahun-atau-30-tahun-HYM8hFQUgm.jpg Rumah. Foto: Reuters

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan kebijakan makroprudensial dengan merelaksasi aturan uang muka (down payment atau DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau aturan Loan to Value dan Financing to Value (LTV atau FTV). Sayangnya, kebijakan tersebut dinilai belum cukup untuk kembali membangkitkan pasar properti.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menuturkan, ada beberapa kebijakan lain yang perlu disinergikan dengan kelonggaran LTV agar pasar properti kembali menguat.

Salah satunya adalah dengan mempertahankan suku bunga pinjaman perbankan. Sebab, sebagaimana diketahui bersamaan dengan kebijakan relaksasi LTV, Bank Sentral juga menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps).

89% Kelas Menengah Beli Rumah lewat KPR 

Ferry mengatakan, biasanya kenaikan suku bunga acuan BI diterjemahkan dengan kenaikan suku bunga deposito dan pinjaman oleh perbankan. Padahal saat ini, suku bunga pinjaman harusnya sudah mulai coba diturunkan.

"Jadi yang baik adalah kombinasi antara LTV rendah sehingga konsumen dimudahkan melakukan pembelian properti dan sisi lain dibantu dengan suku bunga rendah. Jadi DP rendah juga cicilan rendah, itu yang ideal," kata dia di Gedung WTC 1, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Agar cicilan rumah menjadi lebih rendah, Ferry menuturkan salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memperpanjang amortisasi atau tenor cicilan rumah. Saat ini maksimal, amortisasi di Indonesia berkisar 15 hingga 20 tahun. Idealnya, kata Ferry, jangka cicilan rumah bisa mencapai 30 tahun.

Perjanjian Kerja Sama KPR Camden House 

"Cicilan rendah itu, tenornya harus dipanjangin. Bahkan kalau di luar negeri ada sampai 30 tahun," kata dia.

Senada, Senior Associate Director Colliers International Aldi Garibaldi, juga mengatakan jika waktu cicilan ideal adalah 30 tahun. Perpanjangan amortisasi ini juga diyakini dapat mengurangi angka non performance loan (NPL) atau kredit bermasalah di perbankan. Sebab, jika tidak beralih ke amortisasi 30 tahun maka bank akan meningkatkan NPL karena bunga yang sudah terlalu tinggi.

"Indonesia dan Vietnam adalah dua market dimana income dari properti itu hampir pasti tidak cukup untuk bayar bunga bank. Karena bunga bank itu 10% sementara yield kita 8%,"jelas Aldi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini