nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Sempat Stres Stabilkan Harga Pangan saat Puasa dan Lebaran

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 21:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 05 320 1918554 mendag-sempat-stres-stabilkan-harga-pangan-saat-puasa-dan-lebaran-gcz7TXjGzy.jpeg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyebut upaya untuk menstabilkan harga selama puasa dan lebaran cukup berhasil. Sebab, meskipun ada beberapa gejolak yang harga pada beberapa pasar, secara keseluruhan harga pangan saat puasa dan lebaran stabil.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, kestabilan harga ini merupakan satu prestasi tersendiri yang berhasil diraih oleh pemerintah. Bagaimana tidak, dalam kurun dua tahun terakhir pemerintah berhasil menjaga harga bahan pangan agar tidak melonjak lebih tinggi.

Apalagi menurutnya tantangan yang dihadapi pemerintah untuk menstabilkan harga cukup berat pada tahun ini. Karena, pada tahun 2017, suplay bahan pangan relatif lancar.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman 

Sementara pada tahun 2018 ini, Indonesia banyak menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah adanya kenaikan harga yang terjadi pada awal tahun yang disebabkan oleh minimnya supplay.

"2018 lebih berat dari 2017. Pengendalian inflasi jauh lebih berat karena 2017 trail di stabil suplay ya banyak. Tapi masuk 2017 di akhir 2017 di terjadi kenaikan," ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (6/7/2018).

Menurut Enggar ketika harga bahan pokok naik saat itu, dirinya mengaku sempat stres. Sebab, setiap hari dirinya selalu memantau ke pasar agar harga bisa kembali stabil.

Kenaikan Harga Telur Beri Andil Signifikan untuk Inflasi Desember Lalu 

"Di awal 2018 terjadi kenaikan harga yang bikin stres. Saya tiap hari dengan semua foodstation selalu memonitor kesiapan stok harga barang yang naik dan itu harus seperti itu harus distabilkan," jelasnya.

Tak berhenti di situ, menjelang lebaran dan puasa, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Salah satu contohnya adalah kenaikan pada daging , ayam dan telur.

Namun lewat kegigihannya dan komitmen dirinya enggan menyerah. Segala upaya dengan bantuan semua stake holder terkait, harga bisa dikontrol dan stabil menjelang puasa dan lebaran meskipun masih ada kenaikan di beberapa pasar.

"Memang di saat akhir terjadilah sedikit kenaikan harga ayam dan telur. Saya juga harus menyampaikan terima kasih peternak. Telur turun lebih dahulu dengan banyak operasi pasar daging. Jadi rata-rata stabil hanya ada beberapa saja," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini