nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senangnya Mendag, Selama 2 Tahun Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 22:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 05 320 1918564 senangnya-mendag-selama-2-tahun-harga-pangan-stabil-saat-lebaran-MuWSYxXLKW.jpg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyebut jika upaya pemerintah untuk menjaga harga saat lebaran dan puasa berhasil. Sebab, mayoritas harga bahan pokok seperti beras, gula dan cabai tidak mengalami kenaikan besar saat bulan puasa dan Lebaran.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, bisa terjaganya harga bahan pangan saat puasa dan lebaran tidak terlepas dari kinerja semua pihak. Termasuk juga para pengusaha, pedagang hingga petani dan peternak.

Sebab kerjasama dari merekalah juga yang membuat harga pangan bisa stabil saat puasa dan lebaran. Dari sisi pasokan misalnya, tidak akan bisa terjaga harga jika pasokan dari petani tidak mencukupi.

Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi 

"Saya tidak bisa dan tidak mungkin terjadi karena satu orang, itu karena sinergitas semua pihak. Tanpa kerja sama dengan Pemda, asosiasi dan pelaku usaha ini semua tidak akan terjadi," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Oleh karenanya, Enggar berharap keberhasilan bersama ini bisa terus terjaga pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, keberhasilan itu bisa mengubah persepsi masyarakat luas atas ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan khususnya saat puasa dan lebaran.

"Jadi agak sulit persepsi masyarakat kok tidak naik. Ada barang naik, harga naik, itu yang biasa terjadi. Bukan sesuatu yang mudah dalam menyatukan sikap, pandangan dan pendapat dalam menjaga kestabilan harga pangan," jelasnya.

Mendag Enggartiasto Lukita Ingat 3 Tugas dari Presiden Jokowi 

Menteri asal Kota Cirebon itu pun bahkan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena harga pangan bisa stabil saat puasa dan lebaran. Apalagi, keberhasilan ini bisa dicapai dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut.

"Jadi dalam dua tahun berturut-turut, fenomena yang dianggap biasa yaitu Fenomena harga di beberapa tempat, bahkan terjadi kelangkaan, dan harga berlebihan itulah yang dianggap biasa," jelasnya

Apalagi menurutnya tantangan yang dihadapi pemerintah untuk menstabilkan harga cukup berat pada tahun ini. Karena, pada tahun 2017, suplay bahan pangan relatif lancar. Sementara pada tahun 2018 ini, Indonesia banyak menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah adanya kenaikan harga yang terjadi pada awal tahun yang disebabkan oleh minimnya supplay.

"2018 lebih berat dari 2017. Pengendalian inflasi jauh lebih berat karena 2017 trail di stabil suplay ya banyak. Tapi masuk 2017 di akhir 2017 di terjadi kenaikan," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini