Rupiah Semakin Tertekan, Pagi Ini Tembus Rp14.410/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 08:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 06 278 1918689 rupiah-semakin-tertekan-pagi-ini-tembus-rp14-410-usd-Casj0BeiUv.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah pada pagi ini. Tercatat, Rupiah sudah menembus level Rp14.400-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (6/7/2018) pukul 08.50 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 16 poin atau 0,11% ke level Rp14.410 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.402 per USD-Rp14.410 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 25 poin atau 0,17% menjadi Rp14.405 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.370 per USD hingga Rp14.405 per USD.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan lang kah stabilisasi rupiah, tidak hanya melalui kebijakan suku bunga yang terukur. BI juga akan melakukan intervensi untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valuta asing (valas) maupun rupiah.

“Pelemahan rupiah yang sekarang ini masih terkendali, secara tahun juga terkendali sehingga tidak perlu kepanikan,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta.

BI memperkirakan nilai tukar rupiah masih terus berfluktuasi karena dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebijakan moneter yang dikeluarkan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang akan menaikkan suku bunga acuan hingga lima kali hingga tahun depan.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Faktor lainnya adalah kebijakan Bank Sentral China (People Bank of China/PBoC) untuk menurunkan giro wajib minimum (GWM). Kemudian kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk menurunkan stimulus berupa pembelian aset-aset portofolio serta perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang membuat ketidakpastian global masih akan tinggi.

“Tahun ini suku bunga acuan The Fed diproyeksi naik empat kali. Sebelumnya sudah dua kali, nanti hingga akhir tahun dua kali lagi. Untuk tahun depan diproyeksi tiga kali lagi. Jadi total akan ada lima kali lagi kenaikan Fed rate,” tambah Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini