Faktor yang kedua adalah kurangnya dorongan Indonesia terhadap sektor industri. Namun yang dimaksud kurangnya dorongan adalah bukan dalam hal insentif ataupun yang lainnya. Yang dimaksud adalah pemerintah sangat tidak mementingkan hulu di sektor Industri. Sehingga, Indonesia masih terus berpegang pada impor dan impor.
Semakin besar impor yang dilakukan oleh pemerintah maka akan semakin melemah pilah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. Sebab, semakin banyak impor maka kebutuhan dolar akan meningkat, sedangkan kebutuhan akan rupiah akan menurun.
"Kedua industri kita itu bahwa penopang ekspornya itu tidak kuat domestiknya juga terlalu mengharapkan impor sehingga itulah menjadi jatuhnya industri kita ke depan. Karena apa? Karena impornya itu gede terus dikasih," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.