nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik 27%, Penjualan Sariguna Primatirta Capai Rp362,21 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 11:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 27 278 1928101 naik-27-penjualan-sariguna-primatirta-capai-rp362-21-miliar-0F3PehSQ2h.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan penjualan semester I/2018 senilai Rp362,21 miliar atau naik 27% year on year. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) galon mencapai Rp131,04 miliar, tumbuh 22,33% dari posisi Rp107,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan AMDK botol dan gelas per Juni 2018 masing-masing senilai Rp122,14 miliar dan Rp106,88 miliar, dengan pertumbuhan masing-masing 29,63% dan 60,19% year on year. Sementara itu, segmen lainnya mengalami penurunan hingga 80% year on year menjadi Rp2,14 miliar.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin 

Bila diurutkan dari sisi beban pokok penjualan paling tinggi hingga terendah CLEO adalah segmen gelas memiliki beban paling tinggi, disusul segmen gelas dan galon, masing-masing Rp95,6 miliar, Rp90,19 miliar dan Rp50,50,49 miliar. Maka segmen yang menghasilkan laba kotor paling tinggi adalah Rp80,55 miliar, disusul segmen botol dan gelas masing-masing Rp31,94 miliar dan Rp11,27 miliar.

Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per semester I 2018 senilai Rp27,73 miliar, tumbuh 60,5%, dari posisi Rp17,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Per Juni 2018, anggota Grup Tanobel Food ini memiliki total aset senilai Rp730,41 miliar. Komposisi aset itu terdiri dari liabilitas senilai Rp404,7 miliar dan ekuitas Rp325,7 miliar.

Alami Penguatan Hampir Sepanjang Hari, IHSG Justru Terus Melemah di Akhir Perdagangan 

Sebagai informasi, CLEO menargetkan pertumbuhan penjualan konsolidasi pada tahun ini sebesar 66% year on year (yoy). Dengan target pertumbuhan tersebut, artinya pada tahun ini CLEO akan mendapatkan penjualan konsolidasi sebesar Rp1 triliun. Sementara untuk belanja modal, perseroan menganggarkan tahun ini sebesar Rp200 miliar.

Sekretaris Perusahaan CLEO, Lukas Setio Wongso pernah bilang, capex ini akan digunakan untuk berbagai keperluan. Antara lain untuk pembangunan pabrik baru, pembelian mesin kemasan baru, otomatisasi mesin pabrik yang sudah ada, perbaikan sarana pabrik, dan penambahan armada distribusi. Disampaikannya, perusahaan tengah melakukan perluasan pabrik di Pandaan, Pasuruan.

Selain itu, ada pula dua pabrik baru yang siap beroperasi tahun ini. Pabrik pertama berada di Kendari, Sulawesi tenggara dengan kapasitas kurang lebih 72 juta liter per tahun. Kedua, pabrik di Ngoro, Jawa Timur berkapasitas kurang lebih 240 juta liter per tahun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini