JAKARTA - Petugas kesehatan menegaskan bahwa McDonald’s menjadi sumber dari wabah penyakit parasit yang bersumber dari menu saladnya. Menu sayur segar tersebut ketika dikonsumsi bukannya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, namun justru menelan lebih dari 100 orang akibat keracunan.
Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat memaparkan,163 kasus sudah dilaporkan dari seluruh kota di Amerika, yakni Florida, Iowa, Illinois, Kentucky, Minnesota, Missouri, Nebraska, Ohio, South Dakota, and Wisconsin.
Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit cyclospora yang menimbulkan gejala seperti diare, dan juga kehilangan rasa lapar, penurunan berat badan, kram perut dan gejala lainnya yang dapat disertai sakit kepala, demam dan sakit badan.
Gejala juga dapat dirasakan lebih dari satu minggu setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh parasit. Fatalnya, penyakitnya dapat bertahan selama beberapa hari bahkan beberapa bulan.
Awal bulan ini, McDonald mengatakan bahwa itu menghapus sementara menu salad di 3.000 restoran yang dimungkinkan sudah terpengaruh oleh wabah.
"Dari banyaknya peringatan, kami memutuskan untuk menghentikan menjual salad pada restoran yang terpengaruh, sampai kita dapat menggantinya pada suplier. Kami sedang pada tahap menghilangkan campuran salad dari restoran dan pusat distribusi yang diidentifikasi - di mana termasuk sekitar 3.000 dari restoran primer di US yang berlokasi di Midwest," demikian pernyataan McDonald’s seperti dilansir Nation's Restaurant News, Jumat (27/7/2018).
Sementara itu, CEO McDonald Steve Easterbrook mengatakan bahwa perusahaan mereka menemukan suplier salad baru untuk restoran-restoran itu.
"Semua restoran sudah diisi ulang dengan bahan yang baru dan kami melanjutkan perdagangan." ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.