Share

Bank Bukopin Disuntik Modal Rp1,46 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 30 Juli 2018 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 30 278 1929197 bank-bukopin-disuntik-modal-rp1-46-triliun-3rRqel3N9x.jpg Ilustrasi Bank Bukopin (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk mendapat tambahan modal sebesar Rp1,46 triliun seiring telah tuntasnya proses rights issue perseroan.

Dengan tambahan modal dari rights issue, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Bukopin meningkat di kisaran 13,5%. “Kami telah melaporkan ke pada Otoritas Jasa Keuangan sehubungan dengan telah selesainya proses rights issue di Bank Bukopin. Kami optimistis dapat memacu kinerja pada semester II tahun ini setelah mendapatkan tambahan modal,” ujar Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo di Jakaeta.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo menjelaskan, pelaksanaan rights issue Bank Bukopin telah dilakukan efektif dan sesuai dengan time frame yang telah direncanakan. Tahapan proses right issue ini akan berdampak positif dalam memperkuat permodalan dan mendukung perkembangan bisnis Bank Bukopin serta mengindikasikan masih tingginya kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap perbankan di Indonesia.

“Dengan masuknya Kookmin Bank sebagai standby buyer, yang setelah rights issue akan menguasai 22% saham Bukopin, juga memiliki nilai positif mengingat kuatnya komitmen Kookmin Bank mengembangkan sektor UMKM dan basis teknologi di Indonesia,” kata Anto.

Dia mengatakan, Kookmin Bank sebagai bank terbesar di Korea dengan core business dan segmen UMKM yang kuat diharapkan bisa membawa dampak positif bagi perkembangan bisnis Bank Bukopin. Selain itu, pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penyaluran kredit ke sektor UMKM.

Sepanjang semester I-2018 Bank Bukopin berhasil membukukan laba sebelum pajak mencapai Rp302 miliar atau meningkat 25% dibandingkan dengan posisi sama tahun 2017 mencapai Rp242 miliar. Pertumbuhan laba tersebut terutama dikontribusikan oleh peningkatan fee based income sebesar 31%, penurunan biaya operasional sebesar 9%, dan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 1,5%. Adapun total aset perseroan per Juni 2018 mencapai Rp91,7 triliun dengan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp304 miliar.

“Angka tersebut meningkat 86% dibandingkan dengan pencadangan pada periode sama tahun 2017,” kata Eko.

Pada semester I-2018 perseroan fokus melakukan konsolidasi dan peningkatan kinerja. Hasilnya, terlihat dari perbaikan pada sejumlah indikator utama, seperti net interest margin (NIM), rasio biaya terhadap pendapatan (BOPO), sumber dana murah (CASA), dan rasio nonperforming loan (NPL).

Selama periode tersebut, NIM Bank Bukopin meningkat dari 2,9% menjadi 3,1%, BOPO dari 99,0% menjadi 94,3%, dan CASA dari 37,4% menjadi 38,7%. Sementara rasio NPL (Net) perseroan per Juni 2018 mencapai 4,4% atau membaik dibandingkan dengan posisi akhir 2017 sebesar 6,4%.

“Perbaikan sejumlah indikator keuangan tersebut berdam pak pada perbaikan ROE dari 1,9% pada akhir 2017 menjadi 9,4% per Juni 2018,” katanya. (Kunthi Fahmar Sandy).

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini