"Dibandingin dengan kopi-kopi dari Vietnam ada yang 4 ton. Dibandingin dengan Brazil ada yang 8 ton rata-ratanya ada yang 11 ton total deferent jauh sekali bedanya," jelasnya.
Pranoto menyebut program clusterisasi yang dicanangkan pemerintah bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produksi. Namun hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas dari kopinya itu sendiri.
"Bisa ningkatin. Cuma kalau ngomong kluster-kluster ini kan berarti mereka main baru dan tanam baru. Tapi kita semua kan pemain lama kopi ini sekarang yang ada ini kan sudah berlangsung lama dari jaman Belanda apa kan lama lama. Di mana produksi kita ini sudah sangat stagnan," jelasnya.
(feb)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.