Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Melanda dan Mata Uang Anjlok, Apa yang Bakal Dilakukan Turki?

Rafida Ulfa , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |14:42 WIB
   Krisis Melanda dan Mata Uang Anjlok, Apa yang Bakal Dilakukan Turki?
Foto: Menteri Keuangan Turki (Bloomberg-Getty Images)
A
A
A

TURKI - Mata uang Turki, Lira, jatuh level terendahnya pada tahun ini yang turun 9% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini satu Lira sebesar 6,9 per USD.

Krisis yang melanda, Turki telah menyusun rencana aksi ekonomi dan akan mulai menerapkannya pada Senin pagi untuk meredakan kekhawatiran investor.

Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan, setelah lira jatuh ke rekor terendah baru dalam perdagangan mulai hari ini akan mengambil langkah-langkah demi menstabilkan pasar keuangan.

"Mulai hari Senin pagi dan seterusnya, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan akan berbagi pengumuman dengan pasar," kata Albayrak seperti dikutip CNBC, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Namun dia tanpa memberikan rincian tentang apa langkah-langkahnya. Albayrak juga mengatakan rencana telah disiapkan untuk bank dan sektor ekonomi riil, termasuk usaha kecil hingga menengah yang paling terpengaruh oleh fluktuasi mata uang asing, terutama dolar AS.

"Kami akan mengambil langkah yang diperlukan dengan bank dan pengawas perbankan kami dengan cara yang cepat," katanya.

Dia juga menepis anggapan bahwa Turki mungkin ikut campur tangan dalam rekening bank dalam denominasi dolar,

Lira jatuh ke rekor baru terendah 7,24 per USD selama perdagangan Asia Pasifik, di mana pasar dibuka Senin pagi. Ini mengurangi pelemahan yang sebelumnya di level 6,8 per USD pada Minggu.

Lira saat ini telah anjlok dari 45% tahun ini, sebagian besar atas kekhawatiran tentang pengaruh Erdogan atas ekonomi, panggilan berulang untuk suku bunga yang lebih rendah dalam menghadapi inflasi tinggi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement