Menteri Bambang: Negara Maju Bukan Banyak Profesor tapi Pengusaha

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 13 320 1936018 menteri-bambang-negara-maju-bukan-banyak-profesor-tapi-pengusaha-Fx05wzJoEm.jpeg Menteri Bappenas Beri Kuliah Umum Para Diaspora (Foto: Vanni/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro memberikan kuliah umum untuk para puluhan diaspora dan peserta dalam kegiatan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2018 di Royal Kuningan Hotel, Jakarta.

Bambang membahas tantangan pendidikan tinggi di era knowledge based economy. Dia mengatakan, Korea dan Vietnam menjadi negara yang sudah bertransformasi sangat jauh dari Indonesia. Kedua negara tersebut sangat maju dalam investasi, sedangkan Indonesia pun tertinggal.

Menurutnya, ada dua hal yang harus diperbaiki pada pendidikan supaya negara kita bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Pertama, main set pendidikan tinggi itu bukanlah kelanjutan dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Penyediaan Rumah ASN Khusus Pegawai Kementerian PPN/Bappenas

“Jadi yang bilang orang bahwa lulusan SMA itu harus ke universitas itu tidak ada rumusnya. Karena pendidikan negeri itu prinsipnya beda, pendidikan tinggi itu mencetak sebagai manusia yang siap untuk bekerja maupun siap untuk menjadi pengusaha. Pendidikan menengah bukan berarti kita pindah ke pendidikan tinggi, buktinya pendidikan tinggi spesialis,” ujarnya, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Dengan dasar itu, Bambang berharap pendidikan tinggi justru bisa melahirkan sarjana yang mengubah pembangunan ekonomi Indonesia, Dengan menjadi seorang pengusaha atau enterpreneur .

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro Berikan Penghargaan Sustainable Business Awards Indonesia 2017

“Negara maju seperti Amerika, Korea, Jepang maju bukan karena banyak professor, mereka maju karena banyak enterpreneur yang siap bersaing dan menghargai hasilnya,” tuturnya.

Hal kedua yang mesti diperbaiki, kata Bambang adalah pendidikan tinggi harus memberi dampak lebih pada bangsa. Diharapan semua universitas memberikan impact yang positif dan membangun hal spesialisasi dari universitas tersebut.

“Saya harapkan peran diaspora Indonesia saat ini, seperti diaspora Korea dan Vietnam. Karena Vietnam memberikan lompatan yang luar biasa bagi diaspora, saya kurang tahu mengenai dibidang ilmuwan yang saya tahu dibidang pengusaha, karena yang saya tahu Vietnam itu bisnisnya luar biasa, sebagian besar pengusahanya merupakan orang-orang yang berkembang,” ujarnya.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini