nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Gampang Tergiur, Inilah 6 Ciri Investasi Bodong

Agregasi Sabtu 18 Agustus 2018 20:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 18 320 1938231 jangan-gampang-tergiur-inilah-6-ciri-investasi-bodong-or9oQso1qq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

4. Minim Risiko (Bahkan Tanpa Risiko)

Prinsip investasi adalah high risk, high return. Setiap usaha yang dikelola dengan benar bisa menghasilkan keuntungan dan dibayangi risiko kerugian, begitu pula pada produk investasi. Beberapa risiko yang membayangi investasi antara lain risiko inflasi, risiko fluktuasi harga pasar, risiko likuiditas, dan risiko suku bunga.

Jika mendapat penawaran produk investasi minim risiko atau dengan klaim tanpa risiko sama sekali, maka Anda patut waspada. Anda harus mencecar pertanyaan risiko ini kepada perusahaan yang menawarkan investasi. Apabila pengusaha selalu mengelak dan justru menenangkan Anda dnegan iming-iming keuntungan investasi, artinya kecurigaan adanya penipuan bisa jadi benar.

5. Tidak Legal

Perusahaan yang mengantongi izin sebagai perseroan terbatas (PT) tidak langsung bisa melakukan kegiatan penghimpunan dan pengelolaan dana masyarakat. Jika ingin bergerak di bidang investasi, maka perusahaan harus OJK, Bank Indonesia (BI), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti), Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lain. Jika izin perusahaan tidak lengkap maka kredibilitas dan kebenaran usahanya patut dicurigai.

Kalau meragukan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi, jangan mempercayakan uang Anda pada mereka. Anda bisa memeriksakan legalitas izin perusahaan dengan menghubungi call center OJK di 1500655 atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

6. Memanfaatkan Nama Tokoh Masyarakat

Salah satu cara yang digunakan penipu untuk menghimpun dana pada investasi bodong adalah memakai nama tokoh masyarakat. Orang terkenal yang dicatut namanya bisa dari kalangan selebritas atau bahkan perencana keuangan.

Anda jangan terkecoh dengan nama-nama selebritas tersebut. Bisa jadi, sang penipu hanya memakai nama orang terkenal tanpa ada bukti keterlibatan selebritas tersebut. Anda harus tetap fokus untuk menanyakan bagaimana cara pengelolaan dana investasi dan keuntungan.

Jika ingin berinvestasi, Anda harus berusaha untuk memahami produk dan pengelolaan dana, dan bersiap menerima risiko gagal. Anda harus tetap melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan dari investasi. Jangan terkceoh dengan janji-janji manis investasi bodong yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kalau sampai terjebak, rencana Anda untuk meraup untung malah akan berakhir buntung.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini