JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina resmi dijabat oleh Nicke Widyawati setelah kosong selam kurang lebih empat bulan. Sebelumnya, Nicke menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina (Persero).
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng berharap jabatan Direktur Utama Pertamina bisa berjalan lama. Artinya, jangan sampai ada pergantian-pergantian mendadak lagi yang dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat.
Sebab seharusnya masa jabatan Direksi BUMN adalah selama lima tahun. Selama masa jabatan, Direksi BUMN tidak dapat diberhentikan di tengah jalan oleh pemerintah melalui Menteri BUMN.

Hal tersebut bahkan sudah tertera dalam dalam Undang-Undang BUMN. Sedangkan belakangan belum genap lima tahun, bongkar pasang Direksi sering dilakukan termasuk jabatan Direktur Utama Pertamina.
"Maka saya atas nama Dewan Komisaris, tolong supaya Dirut Definitif ini tidak diganti-ganti," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, (29/8/2018).
Memang jabatan Direktur Utama PT Pertamina sempat mengalami bongkar pasang selama tiga kali selama Menteri BUMN Rini Soemarno. Pada 3 Februari 2017 Dwi Soetjipto Sucipto dari bos Pertamina.

Sebagai gantinya, untuk sementara jabatan Bos Pertamina diisi oleh Yenni Andayani sebagai Pelaksana Tugas (PLT). Barulah pada Maret 2017, posisi Menteri BUMN menunjuk Elia Massa Manik sebagai bos baru Pertamina.
Belum genap satu tahun, Elia Massa Manik dicopot sebagai Direktur Utama pada 19 April 2018. Posisinya akhirnya digantikan oleh Nicke Widyawati sebagai PLT.
Selama empat bulan lamanya Nicke Widyawati menjadi PLT, akhirnya pemerintah resmi menaikkan jabatan Nicke sebagai Direktur Utama PT Pertamina. Penyerahan SK Menteri BUMN sendiri dilakukan mulai hari ini.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)