Jokowi Minta BUMN Bangun 2.000 Rumah di Namibia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 30 470 1943581 jokowi-minta-bumn-bangun-2-000-rumah-di-namibia-9kZHLLocpm.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowo) mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Namibia seperti pembangunan perumahan bagi masyarakat di negara Afrika bagian barat tersebut.

"Yang pertama di bidang infrastruktur. saya mendorong partisipasi BUMN Indonesia, PT Wijaya Karya (Wika) dalam pembangunan infrastruktur di Namibia khususnya dalam pembangunan perumahan rakyat di Namimbia bersama perusahaan Namibia," kata Jokowi dalam keterangan pers bersama Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/8/2018).

Jokowi mengatakan setidaknya ada 2.000 unit rumah untuk rakyat yang akan dibangun di Namibia. Bahkan, kata dia, Indonesia juga tak menutup kemungkinan bakal membangun infrastruktur yang lebih besar lagi di Namibia.

 

Jokowi juga memastikan telah meminta dukungan dari Presiden Hage Gottfried agar kerja sama ini bisa segera berjalan. Dia berharap bisnis itu bisa ditandatangani saat perhelatan Indonesia Africa Infrastucture Dialogue diadakan di Bali pada Agustus 2019.

Selain infrastruktur, Jokowi juga mendorong agar Namibia meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Indonesia melalui penguatan target dan roadmap yang jelas antarkedua negara. Dia pun mengusulkan penurunan bagi produk-produk kedua negara.

"Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan Namibia bagi dimulainya proses negosiasi pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Negara Southern African Costum Union 1," tutur dia.

 

Kemudian, Indonesia dan Namibia sepakat menjalin kerja sama di bidang kemaritiman dan perikanan. Khususnya dalam upaya bersama memerangi ilegal fishing. "Sebagaimana kita saksikan kerja sama telah disepakati dengan penandatangan MoU tentang kelautan dan perikanan," ucap dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini