Bisikan ke Menko Luhut: Daripada Starbucks di Bandara Mending Starprogo

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 04 320 1945846 bisikan-ke-menko-luhut-daripada-starbucks-di-bandara-mending-starprogo-PfiUHDnI7I.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Wacana mengusung kopi dalam negeri ketimbang produk asing di simpul ekonomi terus bergulir. Ide tersebut berawal dari Presiden Jokowi yang meminta kepada pemerintah daerah untuk mendukung produk unggulan lokal di simpul-simpul ekonomi dari pada produk asing.

Kali ini, Menko Maritim Luhur Binsar Panjaitan pun mendapat bisikan. Isinya mengusulkan agar mengusung Starprogo daripada Starbucks. Lalu apa itu Starprogo? Starprogo adalah kalimat plintiran yang merujuk kepada kedai kopi khas Kulon Progo, yang rasanya tidak kalah nikmat.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Setop Starbucks di Rest Area, Ganti Soto dan Timlo

 

Bagaimana bisikan kepada Menko Luhut? Berikut ini seperti dikutip dari akun Facebook Menko Luhut, seperti dikutip Okezone, Selasa (3/9/2018).

Ada yang usul ke saya daripada dibuka gerai St*rbuck di area bisnis bandara baru Jogja, dibikin saja Starprogo. Karena katanya kopi Kulon Progo bagus.

 

Saya setuju. Termasuk juga air minum. Saya mengusulkan agar di area bandara yang akan mulai operasional Maret 2019 itu diwajibkan dipergunakan AirKu, produk air mineral dari Bukit Menoreh. Dengan catatan, pH airnya harus diperkaya agar lebih baik.

 

Saya senang jika ada lebih banyak lagi brand dibuat dengan nama-nama seperti itu untuk mempromosikan bahwa Indonesia hebat. Akibatnya, kita boleh bangga dengan Republik kita ini. Karena kalau bukan kita yang promosikan, lantas siapa lagi?

 

Selain UMKM yang harus diberikan ruang usaha, saya juga meminta agar masyarakat sekitar dapat dilatih lalu direkrut sampai pada posisi pekerjaan yang kelasnya tinggi, seperti misalnya air traffic controller. Jangan hanya posisi sekuriti saja.

 

Karena spirit pemerintah sekarang adalah dengan adanya pembangunan, masyarakat setempat juga harus bisa menikmati. Jangan sampai ada yang tersingkirkan.

 

Demikianlah yang saya sampaikan minggu lalu di Jogja kepada Bupati Kulon Progo, PT Angkasa Pura I, dan beberapa kementerian/lembaga dan pemda yang hadir pada Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam akselerasi pengembangan destinasi pariwisata prioritas.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini