Bukannya tanpa alasan Chandra menyebut demikian, sebab untuk menjual satu rumah saja membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dan di saat yang bersamaan, harga properti juga akan terus mengalami kenaikan setiap tahunya.
"Ya susah jual rumah langsung cepet kan susah. Ya tahun sih iya, tapi kan akhirnya cost of money-nya udah naik itu. Kalau motor, mobil kan cepet itu jangan terjadi itu saya hanya ingatkan saja," tegasnya.

Bahkan menurutnya, di Malaysia saja kebijakan bebas uang muka ini sangat diwanti-wanti oleh pengembang. Sebab di samping bisa menguntungkan, kebijakan ini juga bisa menjadi senjata makan tuan bagi perbankan.
"Karena di Malaysia juga dianggap menjadi bisa bahaya, backfire gitu. Karena bank akan jor-joran ngasih kredit tapi kenyataannya itu bukan untuk yang produktif investasi begitu. kalau 'rumah lu ditarik kan itu takut', kalau rumah kedua tarik tarik aja deh. jadi gelinding ekonominya kan gitu," jelasnya
(Dani Jumadil Akhir)