nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Minta Pengusaha Bantu Jelaskan Fungsi Utang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 20:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 14 20 1950697 sri-mulyani-minta-pengusaha-bantu-jelaskan-fungsi-utang-mQZXExz7Il.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Utang pemerintah yang kini sebesar Rp4.253 triliun per 31 Juli 2018, menjadi perdebatan sejumlah pihak. Bahkan tak sedikit yang menilai utang pemerintah berada pada level yang mengkhawatirkan.

Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani terus meyakinkan, kondisi ekonomi Indonesia sangat sehat meski utang bertambah. Pengelolaan utang pun, kata dia, dilakukan secara hati-hati dan digunakan secara produktif.

Pengelolaan hati-hati tersebut, tercermin dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Total defisit APBN hingga Agustus 2018 mencapai Rp150 triliun, lebih rendah dibandingkan defisit APBN pada periode yang sama di 2017 yang mencapai Rp220 triliun.

Menkeu Sri Mulyani: Dengan UU PNBP Pemerintah Bisa Pangkas 70.000 Tarif Kementerian atau Lembaga 

“Dengan APBN kita yang defisitnya kecil ini pun masih sempat di dalam berbagai diskusi politik, seolah-olah pemerintah dianggap utangnya besar banget. Banyak yang menyebutkan bahwa kita harus mengurangi utang secara habis-habisan,” katanya kepada ratusan pengusaha dalam acara seminar di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan, pembiayaan atau utang bukan suatu tujuan, melainkan alat untuk mencapai tujuan. Hal ini sama seperti yang dihadapi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya.

Dia menggambarkan, layaknya pengusaha yang memerlukan dana ari kas pribadi maupun pinjaman dana dengan tujuan melakukan ekspansi bisnis, memperbesar market share, serta meningkatkan profit.

rupiah

"Maka sama seperti kami mengelola ekonomi Indonesia. Kami membutuhkan dana untuk membangun Indonesia karena banyak masyarakat yang butuh kesehatan, butuh menurunkan kemiskinan, dengan tujuan itu kami desain APBN, dan utang jadi alatnya," katanya.

Pemahaman inilah, kata dia, yang belum dimiliki sebagian masyarakat, bagaimana keseluruhan fungsi utang pemerintah. Namun hal ini, tentu dipahami oleh para pengusaha, maka dirinya meminta bantuan mereka untuk dapat menjelaskan kondisi tersebut kepada masyarakat lainnya.

“Kalau saya berbicara di forum seperti ini tidak sulit. Karena saya baru ngomong satu kalimat, dilihat semua mengangguk-angguk. Kalau forumnya berbeda, mungkin lebih sulit lagi, kalau mahasiswa lain, politisi lain lagi. Saya mengharapkan para pengusaha, kadang-kadang bantuinlah saya untuk menjelaskan. Kan bagus juga untuk itu, ya,” pintanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini