Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madusari Murni Didepak dari Efek Syariah Gara-Gara Pakai Bahan Alkohol

Madusari Murni Didepak dari Efek Syariah Gara-Gara Pakai Bahan Alkohol
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatalkan Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP-45/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) sebagai Efek Syariah. Hal tersebut tertuang dalam KDK Nomor KEP-47/D.04/2018. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam siaran persnya di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (20/9/2018).

Dikeluarkannya keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi laporan keuangan per 31 Maret 2018, yang menyatakan bahwa lebih dari 90% produk PT Madusari Murni Indah Tbk adalah etanol dan 31% produk tersebut dijual kepada Tanduay Distiller Inc. Dimana kegiatan usaha Tanduay Distiller Inc. adalah memproduksi alkohol, rum, wine, brendi, gin dan vodka, sehingga pendapatan non halal PT Madusari Murni Indah Tbk. (MOLI) lebih dari 10%.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Maka dengan pertimbangan tersebut, saham PT Madusari Murni Indah Tbk tidak memenuhi kriteria syariah. Oleh karena itu, PT Madusari Murni Indah Tbk tidak lagi masuk dalam Daftar Efek Syariah sesuai KDK Nomor KEP-24/D.04/2018 yang ditetapkan pada 24 Mei 2018. Asal tahu saja, debut perdananya di pasar modal saham MOLI dibuka melesat 50% atau melambung 290 poin pada saat pembukaan perdagangan. Dimana saham MOLI berada di level Rp870 per saham dari harga penawaran awal Rp580 per saham.

Selain itu, pada masa penawaran umum yang berlangsung 27 Agustus kemarin, saham Madusari mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 221,53 kali. Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata pernah bilang, dari total saham yang ditawarkan, sekitar 90% diserap investor lokal dan sisanya sekitar 10% investor asing. Adapun secara tipe investor, sekitar 60-70% merupakan investor institusi dan sisanya sekitar 30-40% merupakan investor ritel atau perorangan,”.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Perusahaan di sektor etanol dan pabrik CO2 ini melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp580 per saham. Arief mengatakan, dana IPO sekitar 94,45% atau sekitar Rp192,38 miliar digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui anak usaha dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru, sedangkan sisanya akan disalurkan kepada anak usaha untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di Jawa Timur.

Saat ini, perseroan tengah membangun pabrik baru di Lampung berkapasitas 50 juta liter per tahun dengan investasi Rp550 miliar. Sumber pendanaannya sebesar Rp200 miliar dari dana IPO, sisanya dari pendanaan eksternal dan kas internal. "Groundbreaking sudah dilaksanakan Juli 2018 lalu, dan diharapkan mulai beroperasi dalam dua tahun mendatang,"jelasnya.

Sementara Direktur Keuangan Madusari Murni Indah, Yonki Saputra Sim menambahkan, pembangunan pabrik memakan waktu dua tahun. Namun, perseroan akan mulai mengomersilkan pabrik tersebut pada semester II/2019. Dia menyebut permintaan produk perseroan cukup besar namun kapasitas pabrik yang sudah ada yaitu sebesar 80.000 kiloliter per tahun sudah jenuh. Kondisi tersebut membuat penjualan perseroan terbatas.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement