nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1 Tahun Berhenti, Antam Kembali Operasikan Pabrik di Tayan

Senin 24 September 2018 13:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 24 278 1954777 1-tahun-berhenti-antam-kembali-operasikan-pabrik-di-tayan-ybIKwjK07H.jpg Foto: Gedung Antam (Neraca)

JAKARTA - Memanfaatkan sisa di akhir tahun 2018, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam terus mengoptimalkan produksi dan menggenjot penjualan komersial dengan melakukan produksi kembali (restarting) proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di pabrik Tayan, Kalimantan Barat.

Direktur Operasi Antam Hari Widjajanto mengatakan, produksi kembali proyek Chemical Grade Alumina diharapkan komersialisasi dapat dilakukan pada November 2018.

”Jadi Oktober kami akan restarting produksi, November bisa mulai penjualan komersial,” ujarnya di Jakarta seperti dikutip Harian Neraca.

 

Pabrik CGA Tayan sudah berhenti beroperasi selama setahun seiring dengan rencana pengalihan saham. Fasilitas tersebut menghasilkan CGA yang digunakan untuk memproduksi bahan pendukung komponen elektronik. Sementara corporate secretary ANTM, Aprilandi Hidayat Setia menyampaikan, perusahaan masih dalam proses pengambilalihan 20% saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang mengoperasiokan pabrik CGA Tayan dari Showa Denko K.K (SDK) Jepang. Adapun, 80% saham lainnya sudah dipegang Antam.

”Antam dan SDK sudah sepakat perihal pengambilalihan 20% saham ICA. Tapi ada beberapa proses penyelesaian dari lenders," tuturnya.

 

Menurutnya, di tengah aksi pengalihan saham, rencana operasional Tayan masih akan berjalan. Proses commissioning akan berlangsung pada September—Oktober 2018. Sebelumnya, perseroan telah mengeluarkan dana prelimenary sebesar Rp1,24 miliar pada bulan Agustus 2018 lalu. Kegiatan eksplorasi komoditas emas, nikel dan bauksit dilakukan di dua tempat, yakni di Pongkor dan Cibaliung.

Disebutkan, kegiatan yang dilakukan di Pongkor adalah model geologi dan pengeboran. Sedangkan di Cibaliung kegiatan yang dilakukan yaitu pemetaan geologi dan pengukuran lintasan geofisika. Total biaya eksplorasi prelimenary emas ANTM pada bulan lalu mencapai Rp700,63 juta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini