Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sederet Fakta Freeport Dikuasai Indonesia, Nomor 3 Untungkan RI

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 28 September 2018 |10:37 WIB
Sederet Fakta Freeport Dikuasai Indonesia, Nomor 3 Untungkan RI
Tambang PT Freeport (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Holding Industri Pertambangan PT Inalum(Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah resmi melakukan penandatanganan sejumlah perjanjian sebagai kelanjutan dari Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum.

Sejumlah perjanjian tersebut meliputi Perjanjian Divestasi PTFI, Perjanjian Jual Beli Saham PT Rio Tinto Indonesia (PTRTI), dan Perjanjian Pemegang Saham PTFI.

freeport

Berikut fakta-fakta menarik tentang akuisisi saham 51% Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), yang dirangkum Okezone:

1. Freeport Diperbolehkan Keruk Emas hingga 2041

Perubahan kepemilikan saham 51% Freeport oleh Inalum akan resmi terjadi setelah transaksi pembayaran sebesar USD3,85 miliar atau setara dengan Rp56 triliun kepada FCX diselesaikan sebelum akhir tahun 2018.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Pemerintah akan menerbitkan IUPK dengan masa operasi maksimal 2x10 tahun sampai tahun 2041.

Baca Juga: RI Akuisisi 51% Saham Freeport, Begini Reaksi Bos Besar Freeport

"Kewajiban PTFI untuk membangun pabrik peleburan (smelter) tembaga berkapasitas 2 sampai 2,6 juta ton per tahun akan terus kami monitor dan evaluasi perkembangannya, sehingga diharapkan dapat selesai dalam waktu kurang dari 5 tahun," kata Jonan.

2. Inalum Bayar Divestasi 51% Saham Freeport pada November 2018

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pendanaan untuk membayar akuisisi Freeport akan dibantu oleh sindikasi dari 11 bank asing. Di mana pada bulan November 2018 dana-dana itu sudah tersedia.

freeport

"Kami berharap dokumen-dokumen administrasi yang dibutuhkan bisa selesai per November mendatang, sehingga transaksi bisa selesai seluruhnya sebelum akhir tahun," kata Budi.

3. Menteri Rini Ungkap Keuntungan RI Kuasai 51% Saham Freeport

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menilai akuisisi saham 51% Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) berdampak positif ke depannya.

"Kami (BUMN), telah memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Di mana perseroan nantinya akan mendapatkan keuntungan. Yakni bisa mendapatkan konsolidasi laporan keuangan," kata Rini.

4. Perintah Jokowi di Balik Divestasi 51% Saham Freeport

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kisah sulitnya mengambil alih saham mayoritas Freeport Indonesia lewat akun media sosialnya, Instagram. Dia mengatakan, proses panjang perundingan Freeport pun akhirnya selesai setelah dilakukan penandatanganan sejumlah perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi, antara Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto dan Inalum

"Hari ini saya bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, melakukan penandatanganan sejumlah perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum," tulisnya dalam akun Instagram.

Baca Juga: Sri Mulyani: Akuisisi 51% Saham Freeport Ini Proses yang Luar Biasa

5. Mesranya Menteri Jonan dengan Bos Besar Freeport

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Freeport McMoRan Inc, dan PT Rio Tinto Indonesia telah resmi melakukan menandatangani Sales Purchase Agreement (SPA) dan perjanjian lainnya.

Sepakat! Divestasi Saham PT Inalum di PT Freeport Indonesia 51%

Terlihat, pada acara tersebut ada pemandangan menarik. Di mana Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama CEO Freeport McMoRan Inc Richard C Adkerson tampak berpelukan dan tertawa lepas. Bahkan, keduanya tampak menunjukkan jempolnya kepada para awak media dan disambut meriah.

Baca Juga: Perintah Jokowi di Balik Divestasi 51% Saham Freeport

6. Reaksi Bos Besar Freeport soal Akuisisi

CEO Freeport McMoran Richard Adkerson mengatakan bahwa penandatangan ini merupakan perjanjian penjualan dan pembelian yang pasti atau definitif.

"Ini adalah suatu hal yang terjadi dengan setiap merger besar Anda harus mendapatkan persetujuan di seluruh dunia. Tapi memang itu akan memakan waktu, namun bukan risiko untuk transaksi," kata Adkerson.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement