nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tower Bersama Punya Kuasa di Jajaran Direksi Gihon Telekomunikasi

Rabu 03 Oktober 2018 16:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 03 278 1959197 tower-bersama-punya-kuasa-di-jajaran-direksi-gihon-telekomunikasi-hK4HjOVOvB.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

 JAKARTA – Tambah porsi saham, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengakuisisi sekitar 19,79% atau 108,88 juta kepemilikan saham milik PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) pada kuartal II-2018 silam. Dengan akuisisi tersebut, perseroan baru saja menandatangani perjanjian pemegang saham GHON yang menyerahkan kuasa dan kewenangannya kepada perseroan (TBIG).

Baca Juga: Punya Duit Rp1,5 Triliun, Tower Bersama Baru Rogoh Rp407 Miliar untuk Buyback

Dalam siaran persnya yang dikutip dari Harian Neraca, Rabu (3/10/2018), perseroan menjelaskan, pasca perjanjian tersebut, TBIG berhak untuk melakukan pengusulan dan menetapkan pengurus baik untuk untuk anggota direksi dan dewan komisaris perseroan saat ini. Selain itu, TBIG juga berhak untuk menjadi pengendali langsung maupun tidak langsung dalam menentukan, baik langsung dan tidak langsung untuk mengelola kebijakan di dalam GHON.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Tujuan utama perubahan pengendalian di dalam GHON tersebut disebabkan oleh kedua perseroan yang memiliki lini usaha yang sama, sehingga kebijakan sama yang diberlakukan dapat menghasilkan sinergi yang lebih optimal. Selain itu, laporan keuangan GHON per tanggal 1 Oktober 2018 dapat dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan TBIG.

Pemberi kuasa perubahan pengendalian tersebut disetujui dan diserahkan oleh Rudolf Parningotan yang memiliki 54,88% saham GHON, Hotma Linda Ebigail yang memiliki 8,66% saham GHON serta PT Gihon Nusantara Tujuh (7,22%). Sebagai informasi, aksi korporasi TBIG mengakuisisi 19,79% saham GHON menelan investasi dana sebesar Rp 127.3 miliar.

Baca Juga: 13 Juni, Tower Bersama Bagi Dividen Rp149,53/Saham

Disebutkan, nilai investasi pada GHON tersebut setara dengan 4% dari total ekuitas TBIG pada akhir 2017 yang tercatat Rp3.185.080.000.000,-. Sementara GHON pasca mengantungi dana IPO sekitar Rp 178,87 miliar, perseroan bakal lunasi utang Bank Mandiri senilai sekitar Rp 90 miliar. Jika dilunasi, sisa utang GHON akan menjadi Rp 60 miliar. Tercatat sekitar 50% dana IPO memang dialokasikan untuk membayar utang. Lalu sisanya digunakan untuk modal kerja.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Saat ini GHON bergerak di bisnis penyewaan menara kepada operator telekomunikasi. Beberapa penyewa ini, di antaranya XL Axiata, Telkomsel, Indosat, Hutchinson, Smartfren, Sampoerna, First Media, dan Internux. Tahun ini, GHON menyiapkan belanja modal (capex) sekitar 15% dari nilai aset menara saat ini. Sampai Desember lalu, setidaknya GHON sudah mengoperasikan 491 menara dengan 212 kolokasi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini