nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayar Utang, Tower Bersama Terbitkan Global Bond USD850 Juta

Kamis 23 Mei 2019 12:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 23 278 2059434 bayar-utang-tower-bersama-terbitkan-global-bond-usd850-juta-IsXBiFDvzC.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar AS di luar negeri atau global bond maksimal USD850 juta atau setara Rp12,24 triliun dengan asumsi kurs Rp14.400 per USD

Kata Direktur Keuangan Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso, dana penerbitan obligasi ini rencananya akan digunakan perusahaan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) sejumlah utang eksisting perseroan. Untuk aksi korporasi tersebut, lanjutnya, perseroan masih menunggu kepastian kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

”Global bond maksimal USD850 juta untuk antisipasi saja jadi belum ada plan dalam waktu dekat. Tergantung market, lihat cost of fund juga,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

 Baca Juga: Tower Bersama Raup Pendapatan Rp1,13 Triliun di Kuartal I-2019

Selanjutnya untuk memacu pertumbuhan bisnisnya dengan menargetkan 3.000 tenant baru, perseroan tahun ini berencana menambah sebanyak 1.000 menara telekomunikasi, baik dengan pembangunan sendiri maupun melalui akuisisi. Jumlah tersebut akan mengandalkan kas internal dan sebagian mengandalkan fasilitas sindikasi yang belum ditarik. Di luar itu, manajemen juga akan mengkombinasikan dana yang berasal dari penerbitan obligasi untuk mendukung ekspansi bila diperlukan.

Akhir tahun lalu, jumlah menaranya mencapai 15.032. Target tenant-nya atau penyewa menara diharapkan bertambah sebanyak 2.000 di tahun ini dengan posisi di akhir tahun lalu yang sebanyak 25.459 tenant. Dia menyebutkan, tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal senilai Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun. Dananya akan berasal dari pendanaan internal dan plafon pinjaman yang saat ini dimiliki perusahaan senilai USD600 juta dari 10 kreditor.

Di kuartal pertama tahun ini, TBIG memiliki 25.998 penyewaan dengan 15.192 sites telekomunikasi yang terdiri dari 15.131 menara telekomunikasi dan 61 jaringan DAS. "Untuk saat ini semua perusahaan telekomunikasi melakukan role out di 4G, sampai kuartal I-2019 kami nambah 500 tenant dan itu sebagian besar 4G," ujar Helmi

Dengan tambahan 510 tenant, TBIG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,13 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 965 miliar. Selain itu dari sisis rasio kolokasi juga mengalami peningkatan dari 1,69x menjadi 1,71 x.

Pendapatan terbesar berasal dari Telkomsel yang mencapai 44%, disusul kemudian Indosat sebesar 21% dan XL Axiata yang mencapai 18%. Tahun ini dirinya optimis dengan target penambahan 3.000 tenant akan mampu mengerek kinerja perusahaan.

"Revenue dan EBITDA sih pasti growth kalau tenant growth. Yang penting, kami juga harapkan semua operator kondisi keuangannya sehat, tergantung mereka juga kalau bisnis mereka bagus ke kami juga bagus," katanya.

 Baca Juga: Tower Bersama Kantongi Pendapatan Rp4,3 Triliun

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) TBIG menyetujui pembagian dividen senilai Rp600 miliar untuk para pemegang sahamnya atas laba bersih untuk tahun buku 2018. Nantinya para pemegang saham akan menerima sebesar Rp138/saham.

”Dalam RUPST perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 600 miliar dan per sahamnya akan memperoleh Rp 138. Akan dibagikan pada 21 Juni 2019 nanti," kata Helmy.

Dalam RUPST yang sama, perusahaan juga memutuskan penggunaan laba bersih senilai Rp500 juta sebagai cadangan umum.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini