nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adhi Karya Catatkan Kontrak Baru Rp11,4 Triliun

Jum'at 12 Oktober 2018 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 278 1963168 adhi-karya-catatkan-kontrak-baru-rp11-4-triliun-ZYTI8WYUK3.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sampai dengan September 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp11,4 triliun. Perolehan kontrak baru ini meningkat sebesar 34,2% dibandingkan dengan perolehan hingga Agustus 2018 sebesar Rp8,49 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (12/10/2018).

Kata Corporate Secretary Adhi Karya Ki Syahgolang Permata, realisasi perolehan kontrak baru pada September 2018 salah satunya adalah proyek Jalan Lingkar Jatigede senilai Rp217,4 miliar. Dia memerinci, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada September 2018 didominasi oleh lini bisnis konstruksi & energi sebesar 90,7%, properti sebesar 8,3%, dan lini bisnis lainnya sebesar 1%.

Baca Juga: Naik 17,33%, Pendapatan Adhi Karya Tembus Rp6 Triliun

Adapun, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah tercatat sebesar 25,1%, BUMN sebesar 26,7%, dan swasta atau lainnya sebesar 48,2%. Berdasarkan tipe pekerjaannya, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 64,6%, proyek jalan dan jembatan sebesar 19,7%, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 15,7%. Sebagai informasi, tahun ini ADHI targetkan kontrak baru sebesar Rp23,3 triliun. Target kontrak baru perseroan tahun ini diharapkan dari proyek gedung 34,4%, properti 22,4%, SDA dan pelabuhan sebesar 17,4%, proyek jalan 8,2%, EPC 3,8%, dan lainnya 13,8%.

Perseroan pada tahun ini menargetkan total pendapatan usaha sebesar Rp18,5 triliun terdiri dari 78,8% konstruksi & EPC, properti dan hotel 26,9%, dan manufaktur precast 3,2%. Sementara laba bersih di tahun 2018 ditargetkan tercapai Rp929 miliar. Adapun laba bersih tahun ini dikontribusikan dari PT Adhi Persada Properti (APP) sebesar 21,6%, PT Adhi Persada Gedung (APG) sebesar 18,2%, dan PT Adhi Persada Beton (APB) sebesar 1,6%.

grafik

Pada tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expendicture/capex) Rp4,7 triliun, terdiri atas investasi aset tetap sebanyak 15,6% dan penyertaan pada berbagai proyek investasi dan ekuitas anak perusahaan sebesar 84,4%. Selain itu, perseroan berencana melepas saham tiga anak usahanya ke publik. Mulai tahun ini dan beberapa tahun ke depan, perseroan akan mencatatkan saham tiga anak usahanya di Bursa Efek Indonesia. “IPO anak usaha dimaksudkan untuk pengembangan bisnis untuk modal kerja," kata Direktur KeuanganAdhi Karya Harris Gunawan.

Baca Juga: Adhi Karya Raup Kontrak Baru Rp8,91 Triliun hingga Akhir Agustus

Disebutkan, ketiga anak usaha yang bakal dilepas yaitu PT Adhi Persada Gedung (APG) yang bergerak di bidang kontraktor bangunan bertingkat, PT Adhi Persada Properti (APP) yang fokus pada hunian dan properti dan anak usaha baru mereka Adhi Commuter Property (ACP) yang berfokus pada konstruksi Transit Oriented Development (TOD).

APG direncanakan akan melantai pada semester II tahun ini. Rencananya saham yang dilepas ke publik sekitar 30%-40% dengan target dana Rp1 triliun-Rp1,5 triliun. Haris menilai secara kinerja, APG memang belum terlihat karena mereka masih fokus pembangunan gedung. Namun, dia menjanjikan dengan selesainya empat proyek Light Rail Transit (LRT) garapan Adhi Karya tahun depan, APG akan terlihat kinerjanya.

 grafik

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini