Dana Eksplorasi Vale Indonesia Capai Rp8,39 Miliar

Senin 15 Oktober 2018 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 15 278 1964239 dana-eksplorasi-vale-indonesia-capai-rp8-39-miliar-ebOWC2CT91.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Sepanjang September 2018, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menggelontorkan dana kegiatan eksplorasi sebesar USD552.865 atau sekitar Rp8,39 miliar (kurs Rp 15.187).

Eksplorasi INCO sepanjang bulan lalu masih terfokus pada daerah di dalam kontrak karya dengan pemerintah. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya.

“Seluruh aktivitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap," kata Presiden Direktur INCO Nico Kanter seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (15/10/2018).

 Baca Juga: Setelah Freeport, Pemerintah Caplok Saham Vale?

Adapun daerah eksplorasi tersebut yakni, Blok Sorowako-Petea dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sedangkan daerah eksplorasi lainnya berada di Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Di Blok Sorowako, INCO akan melanjutkan aksi pengeboran di beberapa bukit yakni di Bukit Mahalona07 akan dilakukan pengeboran spasi 25 meter dengan empat unit mesin rig. Lalu di Bukit Batu 01 akan dilakukan pengeboran spasi 25 meter dengan empat mesin rig setelah pengeboran di Mahalona selesai.

Selain itu, akan melanjutkan pengeboran spasi 12,5 meter di Bukit D3C4 dengan 13 unit mesin rig untuk keperluan studi. Kemudian, akan diadakan pengeboran spasi 25 meter di bukit Bukit Petea D3C2 dengan 13 unit mesin rig setelah pengeboran di bukit D3C4 selesai.

Baca Juga: Vale Produksi Bahan Baku Baterai Mobil Listrik di Tambang Pomalaa

INCO juga akan melakukan validasi dan geoevaluasi terhadap data-data analisa kimia yang telah didapatkan. Pada Blok Sorowako Outer Area, perusahaan itu masih menunggu perpanjangan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang berakhir Juni 2018.

Sedangkan di Blok Bahodopi, INCO akan melanjutkan kegiatan pengeboran pengembangan spasi 50 meter di Blok 3B menggunakan sembilan unit mesin rig bekerjasama dengan pihak ketiga.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini