Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turun 18,49 Poin, IHSG Merosot ke 5.850

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 18 Oktober 2018 |09:28 WIB
Turun 18,49 Poin, IHSG Merosot ke 5.850
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bergeser ke zona merah pada perdagangan pagi ini. Pasar saham Indonesia dibuka turun 18,49 poin atau 0,31% ke 5.850,12.

Baca Juga: Bertahan di Zona Hijau, IHSG Menguat 1% ke 5.868

Membuka perdagangan, Kamis (18/10/2018), ada 7 saham menguat, 19 saham melemah, dan 19 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp21,95 miliar dari 8,16 juta lembar saham diperdagangkan.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Indeks LQ45 turun 6,81 poin atau 0,7% menjadi 921,85, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,47 poin atau 0,8% ke 646,25, indeks IDX30 turun 3,93 poin atau 0,8% ke506,29 dan indeks MNC36 turun 2,52 poin atau 0,8% ke 329,70.

Saham penggerak IHSG bergerak dua arah dengan sektor perkebunan naik 1,2% dan konsumer memimpin pelemahan hingga 0,7%.

Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 29 Poin ke 5.830

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Super Energy Tbk (SURE) naik Rp260 atau 21,49% ke Rp1.470, saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) naik Rp9 atau 9,18% ke Rp107 dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp500 atau 4,46% ke Rp11.700.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Multipolar Tbk (MLPL) turun Rp4 atau 4,55% ke Rp84, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun Rp17 atau 3,30% ke Rp498, dan saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun Rp8 atau 2,78% ke Rp280.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement