Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih di Zona Merah, IHSG Turun 38 Poin ke 5.829

Rafida Ulfa , Jurnalis-Kamis, 18 Oktober 2018 |12:22 WIB
Masih di Zona Merah, IHSG Turun 38 Poin ke 5.829
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah pada perdagangan hari ini. Pasar saham Indonesia mengalami penurunan sebesar 38,65 poin atau 0,659% ke level 5.829,97.

Baca Juga: Turun 18,49 Poin, IHSG Merosot ke 5.850

Menutup perdagangan sesi I, Kamis (18/10/2018), ada 150 saham menguat, 199 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp2,66 triliun dari 4,8 miliar lembar saham diperdagangkan.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Indeks LQ45 turun 11,15poin atau 1,2% menjadi 917,51, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,08 poin atau 1,4% ke 642,64, indeks IDX30 turun 6,29 poin atau 1,2% ke 503,93 dan indeks MNC36 turun 3,83 poin atau 1,2% ke 328,39.

Saham penggerak IHSG bergerak campuran dengan infrastruktur memimpin pelemahan hingga 2,5%. Sementara perkebunan naik 3%.

Baca Juga: Bertahan di Zona Hijau, IHSG Menguat 1% ke 5.868

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) naik Rp130 atau 8% ke Rp1.755, saham PT Citatah Tbk (CTTH) naik Rp8 atau 7,08% ke Rp121 dan saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik Rp80 atau 6,93% ke Rp1.235.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Multipolar Tbk (KPAS) turun Rp5 atau 5,68% ke Rp83, saham PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) turun Rp80 atau 4,75% ke Rp1.605, dan saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp80 atau 3,46% ke Rp2.230.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement