nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri Kaji Terbitkan Surat Utang Rp15,1 Triliun

Jum'at 19 Oktober 2018 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 278 1966194 bank-mandiri-kaji-terbitkan-surat-utang-rp15-1-triliun-ZlgP1rsO0n.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai USD1 miliar atau setara Rp15,1 triliun (kurs Rp15.100/USD)

”Surat utang ini bisa diterbitkan dengan beberapa instrumen seperti obligasi dan negotiable certificate deposit (NCD). Langkah itu juga bisa digantikan dengan bilateral loan jika dinilai tak terlalu urgent,” kata Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Disampaikannya, aksi korporasi tersebut merupakan reaksi untuk menjaga likuiditas di tengah market yang memang fluktuatif dan cenderung ada pengurangan dibanding awal tahun. Meski pengurangan likuditas ini masih cukup namun, lanjutnya, perlu diantisipasi agar tak terjadi perebutan likuiditas di pasar.

 Baca Juga: Naik 20%, Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp18,1 Triliun

Panji menilai diferensiasi penghimpunan likuditas perlu dikembangkan agar perusahaan tak terlalu bergantung dengan dana pihak ketiga (DPK).

”Buat yang berikutnya kita bikin gelondongan dan rencananya cuma bisa eksekusi dengan pertimbangan suku bunga masuk. Tapi kalau yang lalu-lalu plus minus USD1 miliar," jelasnya.

 Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan Kredit Macet di Bawah 3% hingga Akhir 2018

Sebagai informasi, pendanaan Mandiri dari DPK di kuartal III 2018 hanya tumbuh 9,2% (yoy) atau Rp831,2 triliun. Porsi dana murah atau tabungan dan giro mencapai 64,46% dari total DPK, sedangkan sisanya dana mahal atau deposito. Sementara, pertumbuhan kredit Mandiri di kuartal III 2018 ini mencapai 13,8% (yoy) atau sebesar Rp781 triliun.

Pada tahun ini, Mandiri sudah menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap III dengan target indikatif total Rp3 triliun. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari PUB I yang dilakukan dalam kurun waktu 2016-2018 dengan total nilai Rp14 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini