Share

Merger dengan Uber, Grab Didenda Rp4,4 Miliar oleh Regulator Filipina

Rafida Ulfa, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 19 320 1966344 merger-dengan-uber-grab-didenda-rp4-4-miliar-oleh-regulator-filipina-3SVAoYIQgZ.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – The Philippine Competition Commission (PCC) atau bisa disebut pengawas antimonopoli negara di Filipina (semacam KPPU di Indonesia) menjatuhkan denda senilai 16 juta peso (sekitar USD297.000 atau Rp4,4 miliar) kepada Grab. Perusahaan transportasi online itu dinilai gagal mempertahankan operasi (sebelum) mengakuisisi Uber.

Pada bulan Agustus, PCC menyetujui kesepakatan Grab-Uber tetapi masih terikat komitmen dengan Grab, seolah-olah Uber masih beroperasi di Filipina.

Baca Juga: Aksi Akuisisi, Begini Perubahan Bisnis Grab dan Uber

Jumlah gabungan dari 16 juta peso di dalamnya termasuk denda 12 juta peso (USD220.000 atau Rp3,29 miliar) dan 4 juta peso (USD74.100 atau Rp1,1 miliar) untuk masing-masing Grab dan Uber.

"Kami sedang mempelajari semua opsi hukum yang berkaitan dengan denda yang dikenakan oleh PCC," ujar Public Affairs Head Grab Filipina, Leo Gonzales, seperti dikutip dari Tech in Asia, Jumat (19/10/2018).

Bulan lalu, Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) juga mendenda kedua perusahaan transportasi online tersebut sebesar USD9,5 juta atau Rp142,2 (miliar) setelah menemukan bahwa akuisisi Grab terhadap bisnis Asia Tenggara dari Uber melanggar aturan antimonopoli setempat.

Baca Juga: Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Terancam Gagal di Singapura

CCCS juga memerintahkan Grab untuk melepaskan drivernya dari perjanjian eksklusivitas dan kembali ke model pembayaran dan pembayaran pra-transaksi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini