nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 13:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 22 320 1967274 nilai-barang-milik-negara-melesat-jadi-rp5-728-triliun-ffVcuC4ls5.jpg Sri Mulyani Hadiri Pemeriksaan Barang Milik Negara Tahun 2017-2018 (Foto: Taufik)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, baru pertama kali Indonesia memiliki neraca keuangan dan dalam bentuk aset, yang dimulai pada 2007 sebagai bentuk mandat dari UU Keuangan Negara Baru.

"Sehingga waktu itu, kita melakukan seluruh inventarisasi kemudian melakukan registrasi, administrasi, dan valuasi dari aset-aset kita pada 2007 sampai 2009," kata Sri Mulyani di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Baca Juga: Kementerian PUPR Hibahkan Aset Senilai Rp1,8 Triliun

Dia mengatakan, nilai awal dari aset tersebut sebesar Rp1.500 triliun. Dan kini, nilai total Barang Milik Negara sebesar Rp5.728,49 triliun.

"Namun sejak 2007 sampai sekarang sudah lebih dari 10 tahun, banyak aset-aset yang nilainya berubah,” tuturnya.

Dia menuturkan, ada yang depresiasi nilainya menurun seperti gedung-gedung. Tapi ada juga perolehan baru dan tanah-tanah yang sekarang nilainya berubah.

Baca Juga: Sri Mulyani: Aset Negara Dapat Meningkatkan Pendapatan

"Karena itu diperlukan suatu aktualisasi atau pengkinian dari nilai aset yang kita peroleh," jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa semua aset ini diperoleh sampai Desember 2015. Di mana di APBN 2016 hingga 2018 tidak dinilai kembali karena nilainya aktual.

"Jadi, perolehan barangnya sejak kapan?. Dari jaman kemerdekaan RI, seperti jalan Daendels itu juga merupakan aset RI sejak awal berdirinya republik ini yang diperoleh waktu itu," ungkapnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini