Bidik Inklusi Keuangan 75%, OJK Gandeng Pelaku Jasa Keuangan

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 29 320 1970294 bidik-inklusi-keuangan-75-ojk-gandeng-pelaku-jasa-keuangan-EDZ4MCCwUn.jpg Otoritas Jasa Keuangan (Foto: Okezone)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 75% pada 2019. Regulator terus memperluas akses keuangan yang disertai dengan terciptanya perlindungan konsumen.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, pihaknya bersama pelaku usaha jasa keuangan meluncurkan empat program untuk mendukung inklusi keuangan dan perlindungan konsumen. Pertama, dengan kampanye Simpanan Pelajar (SimPel dan SimPel iB) Goes to School. Kampanye tersebut demi mendorong penetrasi produk tabungan untuk siswa. Tabungan itu untuk mendorong budaya menabung sejak dini dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga: MNC Finance Ikut Multifinance Day di Makassar

”Sekarang juga ada Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda). Tabungan ini untuk segmen usia 18 hingga 30 tahun. Produknya bisa dilengkapi asuransi atau produk investasi tergantung perbankan,” ujar Tirta saat membuka acara Financial Institution (FinEXPO) & SunDown Run 2018 sebagai puncak dari Bulan Inklusi Keuangan di Jakarta.

Dia mengatakan, terobosan lainnya berupa Reksa Dana Syariahku (SAKU), yaitu program investasi syariah untuk pelajar dan mahasiswa bersifat massal. Ciri khas program ini berupa produk reksa dana syariah dengan persyaratan mudah dan sederhana.

Inovasi lainnya adalah Reksa Dana Mini Mart atau penjualan reksa dana dengan mudah melalui jaringan minimarket. Program ini menambah alternatif pilihan pembayaran reksa dana. Selain melalui transfer bank, pembayaran reksa dana juga bisa dilakukan tunai emoney, atau kartu debit di seluruh jaringan minimarket terdekat.

Baca Juga: Orang Indonesia Makin Melek soal Jasa Keuangan, Ini Buktinya

”Program dan kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia terhadap produk dan layanan jasa keuangan serta membuka akses keuangan untuk sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, pegadaian dan dana pensiun,” katanya.

CEO BNI Wilayah Jakarta Kota Yessy Kurnia mengatakan, pihaknya mensinergikan tabungan Simpel dengan Yap!. Aplikasi Yap! merupakan aplikasi pembayaran elektronik dengan sumber dana dari Kartu Kredit BNI, rekening kartu debit, dan rekening uang elektronik. Pembayaran bisa dilakukan menggunakan smartphone.

”Dalam acara ini sebanyak 1.343 siswa sudah mengunduh Yap! dan mencoba bertransaksi langsung,” ujar Yessy.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini