Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata, Emak-Emak Mendominasi Kepemilikan Usaha Ekonomi Kreatif di Indonesia

Hambali , Jurnalis-Selasa, 30 Oktober 2018 |11:45 WIB
Ternyata, <i>Emak-Emak</i> Mendominasi Kepemilikan Usaha Ekonomi Kreatif di Indonesia
Diskusi Ekonomi Kreatif (Foto: Hambali/Okezone)
A
A
A

"Pada 2019 sektor ini diharapkan berkontribusi hingga Rp1.123 triliun dengan daya serap terhadap tenaga kerja 19% dan memiliki nilai ekspor lebih dari USD25 miliar," katanya.

Tak hanya Imperia, peran wanita dalam ekonomi kreatif juga kita bisa rasakan dengan adanya filmmaker perempuan seperti Sheila Timothy. Karyanya seperti ‘Wiro Sableng’, ‘Banda’, dan mengangkat tema ekonomi kreatif kuliner berjudul ‘Tabularasa’ sudah beredar di pasaran.

Sheila Timothy menuturkan, Industri film Indonesia dibandingkan dengan ekonomi kreatif lain mempunyai peran yang kecil. Namun, sejak dibuka DNI 2016 Industri Film makin giat.

"Semakin banyak film yang sukses secara intern film art kami banyak yang menang di kompetensi internasional. Jadi 10 tahun lalu perempuan yang mau masuk industri film discourage oleh ortunya, sekarang makin berkembang. perluasan pasar tersebut membuat tenaga kerja makin banyak yang dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik mengungkapkan ke depannya peran perempuan akan semakin dominan dalam pengembangan ekonomi kreatif.

"Dalam beberapa lini, key playernya adalah perempuan. Ekonomi kreatif ini adalah contoh bagaimana ekonomi dari perempuan makin dominan. Key point-nya bagaimana bisa di-established bahwa ini bukan sekadar ekstra domestik potensi dari tambahan pendapatan keluarga tapi jadi penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat. Itu tantangannya. Yang utama sih, menurut saya peran perempuan makin besar," tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement