nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revisi Regulasi Baru Taksi Online Masih Dimatangkan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 15:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 07 320 1974539 revisi-regulasi-baru-taksi-online-jfcAuxSmXK.jpg Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengeluarkan regulasi baru terkait Peraturan Menteri (PM) 108 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau taksi online.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, aturan baru tersebut memuat revisi-revisi dari aturan sebelumnya yang digugat oleh para pengemudi taksi online dan dinilai memberatkan. Dan regulasi baru itu, akan terbit pada tanggal 20 November.

"Sesuai dengan arahan pak Menteri Budi Karya, pertengahan November ini atau mungkin paling lambat tanggal 20 November 2018, kita udah bisa sosialisasi terhadap regulasi ini. Kita langsung koordinasi terhadap beberapa norma yang ada dalam PM tersebut," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga: Pesan Taksi Online di Bandara Soetta Tak Perlu 'Kucing-kucingan' Lagi

Dia menjelaskan, bahwa di dalam peraturan menteri baru itu nanti, Kemenhub akan melampiri dengan standar pelayanan minimal (SPM) terhadap taksi online ini. Sehingga nanti di dalamnya juga memuat menyangkut masalah bagaimana kondisi kendaraan, bagaimana pengemudinya dan juga terhadap aspek-aspek yang ada di dalamnya.

"Seperti terkait perlindungan, menyangkut masalah keselamatan, keamanan, kenyamanan dari para penumpang," jelasnya.

Dia menuturkan, terkait masalah suspensi itu murni urusan bisnis antara mitra dan pihak aplikator tapi terkait menyangkut masalah tarifnya itu, Kemenhub sudah mengeluarkan Peraturan Dirjen. Untuk tarif taksi online yang sudah cukup lama juga dijelaskan.

"Tinggal sekarang kita harapkan juga dari pihak aplikatornya harus completed dengan regulasi yang sudah kita buat yaitu Rp3.500 dengan Rp6.500,” jelas dia.

Baca Juga: Fakta Batalnya Pembentukan Taksi Online Saingan Grab Cs

Dia menambahkan, pihaknya sudah bersurat kepada dua aplikator itu untuk mengikuti untuk menyesuaikan dan patuh pada pemerintah terkait masalah tarif. Di mana taksol diharapkan tarif batasnya Rp3.500 untuk Pulau Jawa dengan Sumatera sampai Rp6.500 tarif batas atas.

"Itu saya minta untuk di ikuti. Kalau mereka mau bermain Rp3.500-Rp6.500. Jadi jangan main di bawah Rp3.500. Dan kita udah bersepakat dengan Korlantas Polri nanti kita akan secara diam-diam melakukan sampel terhadap bagaimana dua aplikator itu concern terhada tarif yang kita buat," pungkasnya.

 

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini