nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Sadarkan Bayar Pajak Lewat Pendidikan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 10:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 20 1975408 sri-mulyani-sadarkan-bayar-pajak-lewat-pendidikan-rASF1zrkVP.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hari ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dan perjanjian kerja sama dengan Kemendikbud, Kementerian Agama, Kemenristekdikti, Kementerian Dalam Negeri dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Penandatanganan MoU itu, dalam rangka membangun kesadaran pajak melalui pendidikan untuk masa depan bangsa yang mandiri dan sejahtera.

Pada acara tersebut, hadir Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Mendagri, Tjahjo Kumolo, Menristekdikti, Muhammad Nasir, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Pajak Robert Pakpahan dan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.

 Baca Juga: NPWP-KTP Akan Terintegrasi, Ditjen Pajak Bisa Intip Data Dukcapil

Dirjen Pajak Robert Pakpahan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan inklusi pajak. Di mana inklusi pajak sebagai bentuk kegiatan pendekatan pengajaran kepatuhan pajak dari sisi edukasi sadar pajak kepada future tax players.

"Kegiatan pekan inklusi edukasi pajak kami mulai Senin dilaksanakan secara serentak di seluruh Kanwil. Untuk kampus diawali dengan bedah buku. Dihadari 100 peserta seminar. Rangkaian pekan inklusi di akhri hari ini dengan kegiatan pajak betutur," ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Capai Rp1.015 Triliun Setara 71,32% di Oktober 2018

Dia menjelaskan, penandatanganan MoU ini untuk kebijakan bersama sebagai dasar kegiatan edukasi pajak yang lebih terstruktur sistematis dan berkelanjutan."Kami harapkan kepatuhan pajak dapat ditingkatkan di masa depan," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Dirjen Pajak telah melakukan kegiatan inklusi pajak. Padahal jajaran Direktorat Jenderal Pajak tersebut masih berduka dengan adanya 21 pegawainya menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air di Karawang.

"Meski dalam suasana duka yang mendalam dan membantu seluruh korban. Kami tetap harus menjalankan tugas kita dan menjalankan amanat konstitusi. Inklusi pajak merupakan rangkaian kita untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pajak," ungkapnya.

Baca Juga: Berbagai Macam Cara agar Target Perpajakan Rp1.786 Triliun Tercapai

Dia menambahkan penerimaan pajak ke penerimaan negara 70% ini masih lebih kecil, karena potensinya besar. Di mana kalau dilihat dari tax ratio masih di bawah 15% selama 5 tahun terakhir.

"Kita masih berkutat antara 10% sampai 12% ini artinya masih banyak potensi kita membayar pajak," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini