nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina-PTBA Gandeng Perusahaan AS Kembangkan Batu Bara

Jum'at 09 November 2018 13:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 320 1975492 pertamina-ptba-gandeng-perusahaan-as-kembangkan-batu-bara-aXLPcgE2O5.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan ekspansi bisnisnya, PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk menjalin kerja sama strategis dengan Air Products and Chemicals Inc., perseroan berbasis di Amerika Serikat dalam pengembangan pabrik gasifikasi batu bara.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca Juga: PTBA Raup Laba Rp1,45 Triliun di Kuartal I-2018

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, kerja sama tersebut akan meliputi pengembangan gasifikasi batu bara di Mulut Tambang Batu Bara Peranap, Riau untuk menjadi dimethylether (DME) dan syntheticnatural gas (SNG). Penandatangan dilakukan di Allentown, Amerika Serikat, Rabu kemarin waktu setempat.

Lewat kerjasama tersebut, percepatan hilirisasi sektor pertambangan yang menjadi bagian dari langkah pemerintah mendukung terjadinya nilai tambah produk sektor tersebut diharapkan bisa segera terwujud.

Baca Juga: Bukit Asam Bagi Dividen Rp318,521 per Saham

Selain itu, upaya itu diklaim mampu mendukung penghematan devisa negara dan mengantisipasi terjadinya defisit transaksi berjalan.”Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batu bara bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga dalam rangka mengembangkan ekspor," jelas Rini.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kerja sama yang diteken dengan Bukit Asam dan Air Products and Chemicals sebagai langkat untuk meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan DME dan SNG.

Pasalnya, sekitar 70% LPG masih diimpor dan Indonesia mengkonsumsi tidak kurang 7 juta ton pada 2017.”Pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Serapan Batu Bara dalam Negeri Tak Maksimal, Ini Penyebabnya

Di sisi lain, Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan, hilirisasi yang dilakukan perseroan diperkuat dengan sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 3,3 miliar ton.

Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022.“Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400.000 ton DME per tahun dan 50 million standard dubic feet per day (mmscfd) SNG,” jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini