nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjajal Bisnis Budidaya Rosela, Menyehatkan Tubuh dan Kantong

Rafida Ulfa, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 05:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 10 320 1976017 menjajal-bisnis-budidaya-rosela-menyehatkan-tubuh-dan-kantong-uObNh7SsD2.jpg Foto: Rosela (Ist)

JAKARTA – Tanaman bernama ilmiah Hibiscus Sabdariffa Linn atau rosela dipercaya memiliki khasiat cukup ampuh untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit darah tinggi.

Tanaman ini juga mengandung banyak vitamin C yang berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan sebagai antioksidan.

Tanaman yang bertangkai merah dan berbatang merah ini banyak diminati. Kelopak bunganya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku teh, jus, selai, jelly, dan penyedap rasa es krim. Rosela bercita rasa asam-manis ini berkhasiat obat dan ternyata peluang bisnisnya pun sangat manis.

 Baca Juga: Bisnis Pot dari Kayu, Siapa Sangka Untungnya Puluhan Juta

Berikut analisis bisnis budidaya rosela, seperti dilansir buku 31 Inspirasi Bisnis Di Masa Krisis karya Flona Serial yang diterbitkan pada 2009:

Lahan usaha: 1 hektare

Panen pertama: setelah 5 bulan

A. Biaya Investasi

- Pengolahan lahan = Rp200.000

- Alat budi daya = Rp300.000

Total biaya investasi = Rp500.000

 Baca Juga: Budidaya Ikan Congo Tetra, Peluang Cerah si Sisik Indah

B. Biaya Tetap

- Bibit = Rp300.000

- Sewa lahan = Rp500.000

- Transportasi = 1.000.000

- Lain-lain = Rp500.000

Total biaya tetap = Rp2.300.000

C. Biaya Tidak Tetap

- Tenaga kerja @400.000 (3 x 400.000) = Rp1.2000.000

- Pupuk 20 karung x 5.000 = Rp100.000

- Penyusutan alat budi daya (Rp30.000 : 24) = Rp12.500

- Penyusutan lahan = Rp500.000 : 24 = Rp29.000

- Pengemasan = Rp500.000

Total biaya tidak tetap= Rp1.841.500

D. Biaya Produksi

Biaya tetap + biaya tidak tetap

= Rp2.300.000 +Rp1.841.500 = Rp4.141.500

 Baca Juga: Pakaian Paling Diminati Wanita, Bisa Jadi Peluang Bisnis

E. Hasil Usaha

Asumsi : 1 hektar lahan menghasilkan 325 kg rosela kering, dijual seharga Rp150.000 per kg = 325kg x Rp150.000 = Rp48.750.000

F. Keuntungan

Hasil usaha – Biaya produksi

= Rp48.750.000 - Rp4.141.500 = Rp44.608.500

G. Periode Balik Modal

= Biaya investasi + biaya produksi : (keuntungan x periode)

= (500.000 + Rp4.141.500) : (Rp44.608.500 x 1)

= 0,104 periode

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini