nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tower Bersama Cetak Pendapatan Rp3,1 Triliun di Kuartal III-2018

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 12 November 2018 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 12 278 1976708 tower-bersama-cetak-pendapatan-rp3-1-triliun-di-kuartal-iii-2018-5sqMuVrIzq.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatat laporan keuangan interim sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2018. TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp3,168 triliun dan Rp2,731 triliun hingga kuartal III-2018.

Jika pencapaian triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA perseroan mencapai Rp4,357 triliun dan Rp3.753 triliun.

Per 30 September 2018, TBIG memiliki 24.886 penyewaan dan 14.450 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 14.391 menara telekomunikasi dan 59 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 24.827, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.

"Kuartal ini, kami melihat peningkatan permintaan yang signifikan dari pelanggan kami untuk menara dan kolokasi. Kami menambahkan 1.133 penyewaan yang terdiri dari 652 site telekomunikasi dan 481 kolokasi secara perhitungan kotor di kuartal ketiga 2018. Kuartal ini adalah kuartal terbaik untuk TBIG di tahun 2018 dalam hal pertumbuhan dan penambahan penyewaan tersebut membuat penambahan organik kotor kami sebanyak 2.350 penyewaan untuk 9 bulan pertama tahun 2018. Kami berharap melebihi target kami untuk tahun 2018 yang sebesar 2.500 penyewaan,” ujar Ceo TBIG Hardi Wijaya Liong, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Baca Juga: Terbitkan Obligasi, Tower Bersama Infrastructure Tawarkan Bunga 8,50%

Untuk total pinjaman (debt) perseroan, jika pinjaman dalam mata uang dolar Amerika yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp20,044 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp13,482 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp293 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp19,751 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp13,189 triliun. Menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2018 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,5x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,3x.

“Ketika kami terus membangun menara dan meningkatkan penyewaan kami, tingkat leverage kami tetap stabil dan masih berada di bawah pembatasan obligasi kami untuk tidak lebih tinggi dari 6,25x untuk rasio total pinjaman (yang diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan. Kami membangun aset jangka panjang yang didukung oleh kontrak 10 tahun yang terjamin sehingga menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi dan berulang,” komentar CFO TBIG Helmy Yusman Santoso.

Baca Juga: Incar Dana Rp628 Miliar, Tower Bersama Terbitkan Obligasi dengan Kupon 8,5%

Helmy menambahkan, pihaknya terus mematuhi strategi konservatif untuk melindung nilai seluruh utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang dan semua lindung nilai kami tetap efektif.

“Pergerakan Rupiah akhir-akhir ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap bisnis maupun finansial kami,” ujarnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini