Untuk membiayai KTT ini, PNG telah mengalokasikan dana sekitar $AUD 330 juta untuk dihabiskan selama tiga tahun.
Ini tidak termasuk USD72 juta untuk pembangunan gedung dimana KTT akan diselenggarakan APEC House, dimana pemerintah mengatakan dibangun dengan biaya pinjaman.
Tetapi di tahun 2016, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan biaya penyelenggaraan selama tiga tahun adalah sekitar $AUD 1.5 miliar.
PM O'Neill mengatakan bahwa manfaatnya bagi negara lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.
KTT ini berlangsung di saat dalamnya ketidakpastian akan ekonomi PNG, dengan anggaran 2018 mengalami defisit lebih dari $AUD 800 juta, di tahun 2019.
Menurut Program Pembangunan PBB, sekitar 37% penduduk PNG hidup di bawah garis kemiskinan.
Dengan anggaran yang kurang, banyak pertanyaan muncul ketika 40 mobil mewah asal Italia Maserati mendarat di Bandara International Jackson di Port Moresby yang akan digunakan bagi pertemuan.
Mobil-mobil ini di Australia dijual antara USD209 ribu (sekitar Rp 2 miliar) sampai $AUD 345 ribu (sekitar Rp3.5 miliar).
Pemerintah mengatakan biaya ini akan kembali lagi ke kantong pemerintah karena mobil-mobil ini akan dijual ke pihak swasta setelah KTT berakhir dan kendaraan ini pantas digunakan untuk membawa para tamu.
Tiga mobil mewah lainnya Bentley Spurs juga dilaporkan dibeli untuk KTT
Berita mengenai pembelian mobil itu menimbulkan kemarahan berkenaan dengan APEC, dengan ribuan orang dilaporkan tidak mau keluar rumah sebagai tanda pemogokan yang berlangsung nasional.
Banyak komentar di sosial mengatakan pembelian ini tidak pantas, khususnya dengan adanya berita bahwa seorang akan meninggal karena polio menyusul pengurangan anggaran kesehatan.
Bandara Port Moresby diperbaiki dengan dana USD30 juta
Namun menurut laporan, Bandara Internasional Jackson tidak cukup untuk menampung semua pesawat yang datang sehingga Australia menawarkan Bandara Cairns untuk digunakan yang jaraknya sekitar 855 km dari Port Moresby.
ABC mendapat laporan bahwa Wakil Presiden AS Mike Pence adalah salah satu pemimpin yang akan tinggal di Australia, dan akan melakukan perjalanan sekitar 90 mneit dari Cairns untuk hadir di KTT selama dua hari tersebut.
(Rani Hardjanti)