Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap, Ini Biang Keladi Baja Lokal Kalah dengan Impor

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 23 November 2018 |17:45 WIB
Terungkap, Ini Biang Keladi Baja Lokal Kalah dengan Impor
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memberikan warning kepada seluruh pelaku industri baja di Tanah Air. Sebab diyakini industri baja Tanah Air ini masih akan tetap mengalami tekanan akibat membanjirnya produk baja impor.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan, membanjirnya produk baja impor disebabkan beberapa hal. Salah satu contohnya adalah karena terlalu mudahnya izin impor masuk terhadap produk baja asing.

"Belakangan ini industri baja sedang mengalami satu cobaan yang cukup besar dampaknya pada industri baja nasional. Itu karena aturan mudahnya impor baja," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (123/11/2018).

 Baca Juga: BUMN Karya Sepakat Pakai Baja Krakatau Steel

Selain itu menurutnya, banjirnya produk-produk baja asing juga dikarenakan adanya persaingan antar negara. Bahkan tak hanya negara, persaingan didalam negeri untuk mengahasilkan produk baja juga menjadi salah satu penyebabnya.

Menurut Silmy, persaingan ini sangat tidak sehat bagi industri baja dalam negeri. Karena keinginan untuk bersaing membuat para perusahaan baja berlomba-lomba memberikan harga baja yang murah.

Harga baja yang murah dan tidak sesuai standar membuat perusahaan tidak memproduksi baja dengan asal-asalan. Para perusahaan baja berlomba-lomba untuk menghasilkan baja lewat proses induction furnish.

"Kemudian juga ada satu karena persaingan. Proses menjadi tidak diutamakan. Sekitar 30% penghasil baja long product itu adalah dari induction furnish. Kalau dibiarkan, maka yang paling dirugikan adalah konsumen," jelasnya.

 Baca Juga: BUMN Kontruksi Tak Sepenuhnya Gunakan Baja Lokal

Oleh karena itu, dirinya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait hal ini. Karena menurutnya jika hal ini terus di biarkan bisa berakibat terhadap kualitas bangunan dan keselamatan penggunaannya.

"Yaitu proses induction furnish. Ini adalah proses yang membahayakan keselamatan jiwa pengguna dan juga kualitas pembanguan infrastruktur yang dihasilkan," jelasnya.

Baca Juga: Begini Cara RI Hadapi Serbuan Baja Impor

Mengenai harga, dirinya juga menyebut harus menjadi perhatian pemerintah. Karena menurutnya, harga baja harus bisa kompetitif tapi tidak murahan. Karena jika harga terlalu murah maka perusahaan akan mengabaikan aspek kualitas dari bajanya itu sendiri.

"Saya juga mendapatkan masukan soal harga. Memang kualitas bagus harga ha lebih mahal. Tapi saya memperhatikan masukan tersebut. Dan kita mulai saat ini harga kita akan kompetitif dan bersaingan soal harga. Tapi tentu kita enggak bisa menurunkan harga seperti produk-produk induction furnish," jelasnya.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement