nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transparansi Layanan Jembatan Timbang, Kemenhub Aplikasikan Skema Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 14:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 27 320 1983449 transparansi-layanan-jembatan-timbang-kemenhub-aplikasikan-skema-baru-K5TJeIbZCg.jpg Jembatan Timbang (foto: okezone)

LAMPUNG - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan terus mendorong transparansi pada kegiatan penimbangan kendaraan di jembatan timbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, salah satu bentuk transparansi yang dilakukan, yakni dengan mengaplikasikan skema baru diterapkan berupa pembangunan lokasi jembatan timbang yang lebih terbuka dari sisi material fisik. Hal ini membuat masyarakat bisa melihat langsung proses penimbangan.

Baca Juga: 300 Jembatan Gantung Dibangun, Tak Ada Lagi 'Indiana Jones'

“Saya ambil contoh jembatan timbang yang di sini, Jembatan Timbang Way Urang, Lampung Selatan, yang dibangun dengan material kaca, kantor kaca transparan, sehingga nanti ketika ditilang pengemudi truk akan dibawa ke kantor tersebut. Ini juga sekaligus sebagai modernisasi jembatan timbang dengan konsep terang dan nggak gelap lagi kayak dulu,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Way Urang, Lampung Selatan, kemarin. Budi menuturkan, konsep yang sama di Jembatan Tim bang Way Urang juga bakal diterapkan pada pembangunan jembatan timbang di seluruh Indonesia.

jembatan

“Tujuannya adalah menghidupkan jembatan timbang di seluruh Indonesia agar berbeda dari dulu. Dibangun dengan skema dan konsep baru seperti Way Urang ini,” kata Budi. Jembatan Timbang Way Urang yang diresmikan pada Oktober 2018 silam memang diakui Budi berbeda dengan jembatan timbang sebelumnya. Menurut Budi, pihaknya kini berusaha membuat citra jembatan timbang tidak seperti dulu yang dianggap sebagai lokasi sarat praktik-praktik pungutan liar atau pungli. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Lampung dan Bengkulu Rahman Sujana memaparkan, selama 42 hari beroperasi, Jembatan Timbang Way Urang telah menindak ribuan kendaraan yang kelebihan muatan dan kelebihan ukuran atau over dimension dan over loading (ODOL).

Baca Juga: Uji Beban, Ini Penampakan 36 Truk Berjejer di Jembatan Kalikuto

“Sejak dibuka dan diresmikan Oktober 2018, kendaraan masuk 1.967 unit, yang tidak melanggar itu ada 592 kendaraan atau 31 persen dari total kendaraan, sedangkan 1.375 kendaraan atau sebanyak 69% dengan rincian over di mension 28 kendaraan atau sekitar 2,03 persen serta over loading sebanyak 1.375 kendaraan atau 100%,” tutur Rahman.

(Ichsan Amin)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini