nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Bukan Zaman Lagi Batu Bara Dijual Mentah

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 16:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 27 320 1983534 presiden-jokowi-bukan-zaman-lagi-batu-bara-dijual-mentah-j7b2MKJE6T.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap neraca perdagangan Indonesia yang masih mengalami defisit pada Oktober lalu. Defisitnya neraca perdagangan Indonesia berdampak semakin membengkaknya Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Defisit/CAD) Indonesia.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Neraca Perdagangan pada Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Sedangkan CAD pada kuartal III-2018 diperkirakan berada di atas 3% namun di bawah 3,5%.

"Kita (harus) kurangi defisit neraca perdagangan maupun CAD yang kita masih kedodoran," ujarnya dalam acara CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Oktober Defisit USD1,82 Miliar, Ini Kata Gubernur BI

Masih membengkaknya kedua instrumen penting bagi perekonomian tersebut juga bahkan sudah berkali-kali dia sampaikan ke sejumlah menteri Kabinet Kerja terkait. Menurut Jokowi, para menteri harus segera membuat kebijakan untuk mengurangi defisit keduanya.

Salah satu contohnya dengan melakukan hilirisasi industrialisasi yang harus lebih digenjot lagi. Sebagai salah satu contohnya adalah dengan melakukan hilirisasi pada produk-produk pertambangan yang ada di Indonesia.

"Saya sampaikan ke beberapa menteri agar hilirisasi industri di genjot utamanya hasil-hasil tambang enggak bisa lagi mentah-mentah. Harus mulai dibelokan entah nikel, timah kalau enggak bisa ya setengah dulu," ucapnya.

Misalnya, pada hasil tambang batu bara, sudah bukan zamannya lagi dijual secara mentah. Namun bagaimana seluruh pelaku industri bisa memikirkan produk olahan apa yang bisa memberikan nilai tambah pada komoditas batu bara tersebut.

"Batu bara sekarang bukan hanya di jual mentah-mentah jutaan ton sekarang ada teknologi untuk batu bara kelas rendah menengah bisa jadi gas. Jadi minyak karena teknologi baru sudah berkembang," jelasnya.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit USD1,82 Miliar

Oleh karenanya, lanjut Jokowi, dirinya meminta kepada para menteri termasuk para pelaku industri untuk berfikir keras bagaimana bisa memberikan nilai tambah pada produknya. Jangan lagi mengekspor barang-barang mentah karena nilainya sangat kecil sekali manfaatnya buat negara.

"Kenapa kita masih ekspor dalam bentuk barang mentah sepertinya yang kita lakukan saat ini kita haraus mulai hentikan dan mulai beralih dari barang setengah jadi menjadi jadi," jelasnya.

 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini